Review Pocophone F1: Smartphone Terjangkau dengan Spesifikasi Paling Gahar

Pocophone memangkas hal-hal yang mereka anggap kurang relevan dengan performa suatu ponsel demi menekan harga jual.
Dhiany Nadya Utami | 04 Oktober 2018 14:20 WIB
Pocophone F1 - Xiaomi

Bisnis.com, JAKARTA — Pocophone F1 ini memang membuat banyak orang penasaran. Bagaimana tidak, ponsel ini mengusung prosesor paling tinggi yakni Qualcomm Snapdragon 845, tetapi banderol harganya jauh di bawah ponsel lain dengan otak serupa yang rata-rata dijual Rp10 juta ke atas, seperti Samsung S9 dan Oppo Find X.

Setelah resmi rilis di India pada 22 Agustus lalu, berita bahwa ponsel Pocophone F1 akan segera masuk ke Indonesia memang santer terdengar. Benar saja, hanya dalam waktu beberapa hari setelah peluncuran global, Xiaomi membawa ponsel perdana dari submereknya ini ke Indonesia.   

Saat peluncurannya di Indonesia, Head of Pocophone Global Alvin Tse mengatakan, Pocophone memangkas hal-hal yang mereka anggap kurang relevan dengan performa suatu ponsel demi menekan harga jual. Unsur utama yang ingin mereka tonjolkan memang kinerja ponsel dan ketahanan performanya.

Baru-baru ini, Bisnis berkesempatan menjajal ponsel ini untuk merasakan bagaimana performa yang dijagokan oleh Xiaomi lewat lini Pocophone.

Hal yang pertama kali muncul di dalam kepala adalah unsur yang dipangkas Pocophone demi harga sepertinya adalah desain dan material bodi ponsel.

Berbeda dengan ponsel-ponsel flagship yang pada umumnya memiliki desain mewah dan elegan, Pocophone F1 tampak biasa saja, bahkan masih kalah dengan desain ponsel kelompok harga menengah.

Alih-alih menggunakan material bodi metal atau kaca seperti yang banyak digunakan saat ini, Pochophone F1 hanya memiliki bodi berbahan plastik polikarbonat dengan penyelesaian matte.

Hal tersebut membuat kualitas bodinya sangat standar. Sama sekali tak terasa sedang menggenggam ponsel yang punya kemampuan di atas rata-rata. Pocophone F1 juga tak memiliki sertifikasi IPS6 yang berarti tak tahan air dan debu.

Beralih ke desain, Pocophone F1 tak terasa bagian dari jejeran ponsel Xiaomi karena desainnya berbeda dengan posisi dua kamera belakang di tengah atas yang kemudian diikuti oleh pemindai sidik jari. Di bagian kanan, terdapat tombol volume serta tombol daya. Di bagian kiri hanya ada slot untuk kartu SIM.

Untuk bagian depan, lagi-lagi desainnya terasa biasa saja meski telah mengusung notch atau poni yang kekinian. Akan tetapi di bagian bezel masih terasa tebal, tak seperti ponsel kebanyakan yang menawarkan bezel kian tipis dengan aspek rasi bodi tinggi.

Prosesor Premium

Bisnis kemudian menjajal hal yang jadi keunggulan utama ponsel satu ini, yakni performa ponsel. Tugas pertama adalah memasang puluhan aplikasi baru untuk melengkapi 50 aplikasi sebelumnya termasuk di antaranya beragam aplikasi gim, media sosial, hingga kesehatan.

Ketika digunakan untuk kegiatan standar sehari-hari, kombinasi Snapdragon 845, RAM 6 GB, dan kapasitas penyimpanan 128 GB yang ditawarkan ponsel ini berhasil menunjukkan performanya.

Meski menggunakan beberapa aplikasi secara bersamaan dan berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lainnya, Bisnis tidak merasakan ada lag atau perlambatan performa dari Pocophone F1.

Kemudian untuk gim, Bisnis mengujinya dengan memainkan beberapa gim, di antaranya adalah Asphalt Street Storm Racing. Untuk membuktikan kinerjanya, setelan gim dipasang pada mode High. Hasilnya terasa cukup baik dan lancar, bermain gim juga terasa tanpa kendala. Hasil yang sama juga terasa ketika digunakan bermain gim yang tengah populer saat ini yakni Player Unkown Battle Ground.

Bisnis juga  mengujinya menggunakan aplikasi Antutu Benchmark yang kerap dijadikan patokan mengukur performa ponsel. Saat diuji beberapa kali skornya hanya mencatatkan rata-rata di sekitar 230.000—260.000 saja dengan skor pengetesan terakhir 237.944, di bawah skor yang ditampilkan Alvin saat peluncurannya yakni menembus angka di atas 290.000.

Untuk menunjang konsistensi performa, Pocophone F1 dilengkapi pula dengan teknologi LiquidCool yang dapat mendistribusikan panas ponsel dengan baik bahkan diklaim 300% lebih cepat dibandingkan dengan ponsel sekelasnya yang tak memiliki LiquidCool.

Ketika digunakan baik untuk membuka media sosial, menonton video, maupun bermain gim sekitar 1 jam sebenarnya masih terasa cukup panas tetapi masih dapat nyaman digenggam. Suhu ponsel juga kadang meningkat saat ponsel mengisi daya.

Berbicara soal daya, Pocophone F1 memiliki baterai 4.000 mAh. Baterai yang terbilang jumbo ini mampu bertahan seharian dengan satu kali pengisian daya saat digunakan untuk kegiatan standar. Untuk bermain gim juga terasa awet. Saat memainkan gim selama 30 menit, baterai hanya berkurang sekitar 5%—6%.

Aspek Kamera

Selain kinerja ponsel, aspek yang kerap jadi pertimbangan pengguna masa kini yaitu kamera tentunya jadi perhatian. Untungnya Pocophone F1 tak terlalu memangkas kualitas kameranya. Ponsel satu ini dibekali dengan  dwi-kamera belakang masing-masing 12 MP dengan sensor Sony IMX363 dan 5 MP dengan sensor Samsung. Kamera depannya memiliki resolusi 20 MP dan semuanya dibekali teknologi AI.

Hasil fotonya juga tidak mengecewakan, terutama untuk kondisi di luar ruang atau di siang hari. Untuk menangkap gambar-gambar yang kemudian akan diunggah ke media sosial, rasanya hasil foto Pocophone F1 cukup meyakinkan termasuk di kondisi minim cahaya performanya tak buruk.

Adanya teknologi juga membantu mendapatkan hasil foto maksimal karena dapat mendeteksi dan menyesuaikan mode pemotretan sesuai dengan objek yang dibidiknya.

Untuk hasil swafoto, tangkapan gambar Pocophone F1 tentu tidak buruk dengan kekuatan kamera 20 MP. Hasil AI Selfie-nya terbilang natural termasuk efek bokeh yang tengah digemari saat ini. Bokeh yang dihasilkan rapi dan tidak terlihat seperti editan.

Secara keseluruhan, yang dapat menjadi tumpuan ponsel satu ini memang kinerja ponselnya, seperti yang selalu Pocophone gembar-gemborkan. Untuk harga Rp4.999.000 kinerjanya memang di atas rata-rata ponsel sekelasnya karena prosesornya memang bukan komponen yang biasa digunakan di kelompok harga tersebut.

Sebaliknya, jika dibandingkan dengan ponsel lain yang memiliki otak yang sama, kekuatan Pocophone F1 memang hanya ada di kinerjanya. Ponsel lain memiliki fitur-fitur yang lebih unggul dengan harga yang jauh di atasnya pula.

Pada akhirnya semua kembali pada pengguna. Jika memang mencari ponsel yang ringan di kantong dengan kinerja tiada dua, Pocophone F1 sepertinya pilihan pas.

Tag : smartphone
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top