GEMPA PALU-DONGGALA: Xiaomi Bantu 2.500 Powerbank

Perusahaan teknologi Xiaomi bersama lembaga Aksi Cepat Tanggap(ACT) menyediakan 2.500 unit powerbank untuk digunakan di daerah bencana Sulawesi Tengah.
Syaiful Millah | 01 Oktober 2018 20:25 WIB
Xiaomi Indonesia Country Manager and Head of Xiaomi South Pacific Region Steven Shi (kiri), menyerahkan bantuan untuk komunitas yang terkena dampak bencana kepada Head Corporate Partnership of Aksi Cepat Tanggap Muhammad Basair (kanan). - Dok.Xiaomi

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan teknologi Xiaomi bersama lembaga Aksi Cepat Tanggap(ACT) menyediakan 2.500 unit powerbank untuk digunakan di daerah bencana Sulawesi Tengah.

Xiaomi memberikan powerbank yang siap digunakan oleh para relawan, keluarga, dan tim lokal di lapangan untuk tetap terhubung dan memberi kabar kepada khalayak luar.

President Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin mengatakan selain kebutuhan mendesak seperti pangan, kebutuhan untuk tetap terhubung melalui komunikasi juga dibutuhkan masyarakat terdampak bencana.

“Sebagaimana kita ketahui, pasca gempa dan tsunami yang melanda banyak kebutuhan mendesak. Selain itu, listrik juga masih belum bisa diaktifkan sehingga bantuan powerbank sangat membantu korban untuk memberi kabar ke sanak saudara,” katanya pada Senin (1/9/2018).

Selain itu, Xiaomi juga memberikan bantuan dengan menyumbangkan makanan, obat-obatan, dan produk kebersihan.

Aksi tersebut merupakan salah satu yang pertama hadir di lokasi untuk mengumpulkan kebutuhan dan keperluan bagi keluarga terdampak bencana di Palu dan Donggala.

Indonesia Country Manager and Head of South Pasific Region Steven Shi menyampaikan rasa duka kepada masyarakat terdampak yang mengalami bencana alam tersebut.

“Hati dan doa kami bersama dengan seluruh masyarakat yang mengalami dampak dari gempa bumi dahsyat dan tsunami di Palu dan Donggala,” ungkapnya.

Steven juga mengatakan pihaknya selalu berkomitmen untuk melayani masyarakat dan kemitraan lain. Aksi tersebut dilakukan dengan menggandeng organisasi nirlaba lokal yang hadir untuk melayani masyarakat yang paling membutuhkan.

Hingga saat ini, prioritas utama adalah memastikan keamanan masyarakat yang terkena dampak gempa dan tsunami, memenuhi keperluan dan kebutuhan utama, dan menyediakan posko  perlindungan.

Untuk itu, Ahyudin berharap bantuan yang datang tidak terbatas hanya sekali tetapi bisa berkelanjutan untuk para korban di Sulawesi Tengah.

“Semoga tidak berhenti sampai di sini saja, tapi berkelanjutan untuk memberi dampak yang lebih masif bagi masyarakat korban bencana,” katanya. 

Tag : xiaomi, Gempa Palu
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top