Review Huawei P20 Pro: Smartphone Kamera Terbaik

Bagi pengguna yang memang menyukai fotografi mobile rasanya mengeluarkan Rp12 juta untuk ponsel satu ini merupakan harga yang layak.
Dhiany Nadya Utami | 25 September 2018 11:35 WIB
Huawei P20 Pro - Huawei

Bisnis.com, JAKARTA — Keberhasilan Huawei merebut posisi runner up di pasar global tidak lepas dari kesuksesan produk flaghsip-nya yaitu Huawei P20. Produk ini diklaim sebagai ponsel tri-kamera pertama yang ada.

Konsumen di Indonesia harus menunggu berbulan-bulan sebelum bisa memiliki produk ini. Untuk pasar Tanah Air, Huawei hanya membawa varian tertingginya yakni P20 Pro.

Huawei juga sengaja hanya membawa satu varian warna ke Indonesia yakni warna Twillight. Kabarnya, warna tersebut merupakan warna favorit yang dibeli konsumen Huawei P20. Cantik menjadi kesan pertama yang muncul ketika Bisnis berkesempatan mencoba ponsel satu ini.

Desainnya modern seperti ponsel-ponsel flagship saat ini dengan notch atau poni kecil di tengah atas yang dapat diatur untuk muncul atau disembunyikan. Pemindai sidik jari ada di bagian bawah layar, posisi yang sebenarnya paling enak karena memudahkan saat ponsel diletakkan di meja atau saat menghadap atas.

Di bagian bodi kanan terdapat tombol daya dan volume sementara di bagian kiri hadir slot untuk kartu SIM. Kemudian di bagian bawah ada porta Type-C dan pengeras suara.

Hal yang terasa kurang dari P20 Pro adalah absennya porta audio 3,5 mm jack. Kabarnya, Huawei akan menyediakan sambungan tambahan di paket penjualannya. 

P20 Pro juga mengantongi sertifikat IPS7 yang berarti bodi ponsel ini tahan debu dan air hingga kedalaman tertentu. Material bodi ponsel dari kaca memberikan warna gradasi yang cantik dan mewah, sayangnya material kaca membuat sidik jari mudah sekali menempel dan membuat bodi terasa kotor.

Hal tersebut memang kerap terjadi pada ponsel-ponsel berbodi kaca atau metal. Untungnya bisa diakali dengan memasang softcase bawaan yang disediakan, meski ini mengurangi kilau yang biasa terpancar dari bodi ponsel.

Dari sisi dalaman, Huawei P20 Pro memiliki dapur pacu Huawei Kirin 970 CPU octa core+ dengan kapasitas RAM 6 GB dan kapasitas penyimpanan 128 GB.

Prosesor kencang, memori besar, dan penyimpanan yang lapang membuat ponsel satu ini terasa nyaman digunakan mulai dari kegiatan standar sehari-hari, multimedia, hingga bermain gim.

Satu yang juga menonjol dari Huawei P20 Pro adalah daya tahan baterainya. Ponsel ini mengusung baterai yang terbilang besar yakni 4.000 mAh. Saat digunakan untuk pemakaian standar sehari-hari termasuk membuka media sosial, menonton video, dan bermain gim secara wajar, baterainya mampu bertahan hingga lebih dari 16 jam, yang artinya dapat menemani kegiatan penggunanya seharian.

Tiga Kamera

Aspek utama yang disuguhkan P20 Pro yakni kamera. Huawei menyematkan tiga kamera sekaligus. Ketiganya merupakan hasil kolaborasi Huawei dengan Leica. Kamera utama dengan sensor 40 MP RGB dengan lensa f/1.7, kemudian sebagai pendamping ada kamera 20 MP monokrom dengan lensa f/1.6, dan 8 MP dengan lensa telefoto f/2.4 80 m.

Ketiga kamera tersebut akan meyesuaikan diri secara otomatis ketika pengguna menggunakan mode otomatis. Tak hanya itu, Huawei juga membekali P20 Pro dengan kecerdasan buatan yang dilabeli sebagai Master-AI. Fitur ini memiliki kemampuan mendeteksi objek dan menyesuaikan setelan sesuai objek yang dibidik.

Bisnis mencoba fitur kecerdasan buatan tersebut, saat membidik langit maka muncul semacam notifikasi blue sky di layar, kemudian membidik makanan muncul pula notifikasi food, begitupun saat mengarahkan ke pepohonan muncul setelan greenery.

Hasil fotonya dengan dan tanpa fitur kecerdasan buatan ini menunjukkan hasil yang cukup kentara. Misalnya, saat memo­tret pemandangan, saat menggunakan Master AI dan sistem mendeteksinya sebagai “blue sky” maka hasil foto akan terasa lebih cerah dan tone-nya kebiruan, sementara saat fitur tersebut dinonaktifkan maka warna biru tak lagi mendominasi.

Hasil foto tanpa fitur AI (kiri) dan dengan fitur AI (kanan)

Kendati demikian, kadang ada beberapa objek yang hasil fotonya lebih natural jika tak menggunakan Master AI. Hasil foto tanpa mode Master AI juga jauh dari mengecewakan. Foto yang diambil sangat jernih dengan detail yang maksimal.

Mode lain yang kerap disukai pengguna adalah pendeteksian mode potrait yang dapat memberikan hasil foto bokeh kekinian. Dari percobaan beberapa kali, Bisnis menyimpulkan mode satu ini menampilkan hasil terbaiknya jika objek berada tak terlalu jauh dari kamera karena hasilnya terasa lebih natural.

Jika objek jauh dari kamera, hasil yang tampak cederung terlihat kurang natural meski memang kembali lagi pada selera masing-masing pengguna.

Kemudian Bisnis juga menguji kemampuan kamera Huawei P20 Pro dalam kondisi minim cahaya atau malam hari. Hasilnya gambar yang dihasilkan cukup terang meski secara detail terasa kurang karena sistem otomatis memperbesar ISO di kondisi gelap, ini dapat diatasi dengan memilih mode Pro dan mengatur sendiri tingkat ISO sehingga mendapatkan gambar yang diinginkan. Rentang ISO yang tersedia juga cukup tinggi untuk ukuran kamera ponsel yakni hingga ISO 1600.

Zoom Maksimal

Kemampuan zoom atau perbesaran gambar dari kamera P20 Pro amat baik. Kamera ponsel satu ini  memiliki kemampuan 3x optical zoom, 5x hybrid zoom, dan hingga 10x maximum zoom.

Bisnis mencoba membidik objek dari jarak yang cukup jauh dan hasilnya gambar masih terbilang jernih apalagi fitur zoom ini dilengkapi teknologi stabilization.

Contohnya, pada saat memotret penampilan pengisi acara saat penutupan Asian Games 2018 beberapa waktu lalu. Bisnis mencoba mengambil gambar para penampil dari jarak yang terbilang jauh, dapat dilihat dari hasil foto pengambilan tanpa zoom. Kemudian, Bisnis mencoba memperbesar gambar hingga 5x optical zoom dan hasilnya citra yang ditangkap terlihat sangat memuaskan untuk jarak sejauh itu baik dari sisi warna maupun ketajaman gambar.

Hasil pengambilan gambar tanpa zoom (atas) dan menggunakan 5 kali zoom (bawah)

Hanya saja jika memperbesar hingga batas maksimum yakni 10x maximum zoom hasil gambar memang tak sebaik perbesaran sebelumnya. Untuk ukuran kamera ponsel, kemampuan perbesaran gambar Huawei P20 Pro harus diakui sangat mengesankan.

Untuk swafoto, tanpa tambahan mode apapun hasil jepretan kamera 16 MP Huawei P20 Pro menampilkan gambar yang terbilang memuaskan apalagi jika dilakukan di tempat dengan kondisi cahaya yang baik. Dalam kondisi cahaya minim, hasilnya juga tak buruk meski memang detailnya menjadi kurang maksimal akibat ISO yang otomatis dinaikkan oleh sistem.

Pengguna juga dapat mencoba beberapa mode yang tersedia untuk selfie seperti mode Artistic Bokeh untuk latar belakang foto yang blur, tetapi kadang hasil blur yang dihasilkan sedikit kurang rapi.

Hasil foto menggunakan mode Potrait

Ada pula mode 3D Lighting untuk efek pencahayaan tertentu dan mode Beauty. Untuk hasil swafoto yang natural. Bisnis menyarankan agar mengambil foto tanpa mode-mode tersebut.

Selain mode-mode utama di atas, Huawei P20 Pro juga menyuguhkan beberapa fitur kamera lainnya seperti slow-motion, panorama, monokrom, lightpainting, HDR, time-lapse, serta berbagai filter yang dapat dipilih pengguna.

Secara keseluruhan, kombinasi kerja ketiga kamera Huawei P20 Pro memang tak mengecewakan. Bagi pengguna yang memang menyukai fotografi mobile rasanya mengeluarkan Rp12 juta untuk ponsel satu ini merupakan harga yang layak. Belum lagi dengan kinerja ponsel yang andal dan baterai tahan lama. 

Tag : smartphone
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top