Implementasi Kendali IMEI Terkendala Pengadaan Perangkat Autentikasi

Pemerintah dan operator seluler belum bersepakat tentang siapa yang harus mengadakan peranti autentikasi atau equipment identity register (EIR).
Duwi Setiya Ariyanti | 20 September 2018 09:11 WIB
Pengunjung mencoba produk terbaru Oppo Find X saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (18/7/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah dan operator seluler belum bersepakat tentang siapa yang harus mengadakan peranti autentikasi atau equipment identity register (EIR) untuk mengimplementasikan kontrol peredaran ponsel pintar melalui IMEI. 

Seperti diketahui, pemerintah ingin mengawasi peredaran ponsel pintar di dalam negeri melalui pencocokan International Mobile Station Equipment Identity (IMEI). 

Direktur Standardisasi Perangkat Pos dan Informatika Mochamad Hadiyana  mengatakan pengawasan melalui IMEI masih menyisakan masalah pada pengadaan peranti autentikasi. Pasalnya, operator seluler saat ini belum memasang EIR pada jaringannya. 

Di sisi lain, operator seluler merasa keberatan bila harus mengadakan peranti ini meskipun peranti tersebut membantu operator mengawasi peranti tak resmi yang mengakses jaringan. 

Pertentangan di kalangan operator seluler, katanya, juga terjadi di negara lain. Alasannya, terdapat biaya yang harus dikeluarkan. Namun, atas alasan keamanan akhirnya operator di negara-negara tersebut mau mengadakan EIR sendiri. 

"Pengelolaan IMEI ini hanya bisa berjalan kalau para operator seluler mempunyai dan mengaktifkan perangkat EIR, equipment identity register," ujarnya saat dihubungi Bisnis, Selasa (18/9/2018).

Meskipun demikian, dalam rapat yang melibatkan Kementerian Perindustrian, Kementerian Komunikasi, operator dan perwakilan dari organisasi konsumen, juga berkembang wacana agar EIR diadakan oleh pemerintah yakni Kementerian Perindustrian. Namun, hingga kini masih belum diputuskan siapa yang harus melakukan pengadaan. 

Dari data yang diperoleh Bisnis, pabrikan, distributor dan importir ponsel harus melakukan sertifikasi perangkat dan verifikasi. 

Adapun, peranti EIR nantinya akan terhubung dengan basis data IMEI nasional di Kementerian Perindustrian untuk mencocokkan data IMEI dengan peranti yang terdeteksi di jaringan. Dengan pencocokkan data tersebut nantinya bisa diperoleh informasi bahwa pengguna tertentu menggunakan peranti yang terdaftar atau tidak.  

"Tapi akan seperti apa keputusan akhirnya masih dalam pembahasan."

Tag : smartphone
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top