Rudiantara Targetkan Blokir Smartphone BM Tahun Depan

Identifikasi IMEI bisa menjadi alat proteksi bagi ponsel pintar di dalam negeri dari produk-produk di pasar gelap.
Duwi Setiya Ariyanti | 19 September 2018 13:48 WIB
Model memperlihatkan smartphone Honor 9i pada peluncurannya di Jakarta, Selasa (18/9/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara berharap agar kontrol International Mobile Station Equipment Identity (IMEI) untuk menangani peredaran ponsel ilegal bisa berjalan tahun depan. 

Menurutnya, pada pertemuan World Economic Forum di Hanoi, Vietnam belum lama ini, pihaknya telah menyampaikan kepada Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. Dia menyebut setidaknya tahun depan identifikasi IMEI bisa menjadi alat proteksi bagi ponsel pintar di dalam negeri dari produk-produk di pasar gelap. 

Pelaksanaan kontrol IMEI ini, menurutnya, bahkan lebih penting daripada penerbitan kartu SIM elektronik. Rudiantara menyebut saat ini cukup pada upaya menurunkan jumlah kartu perdana beredar saja melalui kebijakan registrasi kartu prabayar.

"Nantilah tunggu. Kami saja masih manage SIM card. Tunggu dulu lah, kami fokus masalah IMEI dengan [Kementerian] Perindustrian. Saya sih berharap tahun depan sudah diimplementasi," ujarnya di Jakarta, Senin (17/9/2018).

Sebelumnya, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (Ilmate) Kementerian Perindustrian Harjanto mengatakan penerapan kontrol IMEI ponsel memang sulit untuk diwujudkan tahun ini.

Mengingat, setelah penandatanganan nota kesepahaman, pihaknya harus mengembangkan sistem basis data untuk daftar nomor IMEI ponsel. Selain itu, terdapat peralatan yang dihibahkan untuk pengembangan basis data.

Tag : smartphone
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top