Timnas eSports Asian Games 2018 Andalkan Hearthstone dan PES

Prestasi para atlet di Indonesia sudah cukup baik, tetapi sebagian besar masih di level Asia Tenggara.
Dhiany Nadya Utami | 25 Juli 2018 07:14 WIB
Dari kiri ke kanan, Pemilik Highgrounds eCafe Diana Tjong, Coach XCN Akademi Indonesia Andrew Joseph Bali, Atlet Timnas eSports Indonesia Rully Sandra Sutanto, Plt. Sekjen Komite Olimpiade Indonesia Helen Sarita, Consumer Lead Nvidia Indonesia Harry Kartono, dan Ketua Indonesia eSports Association Eddy Liem dalam sesi diskusi Insight of eSport as a Promising Sport Bersama Nvidia, di Jakarta, Selasa (24/7/2018). - Bisnis / Dhiany Nadya Utami

Bisnis.com, JAKARTA — Indonesia e-Sport Association (IeSPA) memasang target juara untuk 2 nomor di cabor eSports Asian Games 2018 yakni Hearthstone dan Pro Evolution Soccer (PES) 2018.

Ketua IeSPA Eddy Liem mengatakan dari enam nomor yang dipertandingkan pada Asian Games 2018, dia melihat ada peluang di nomor Hearthstone dan PES 2018 karena peserta yang turut bertanding memiliki kualitas setara atau di bawah tim Indonesia.

Sementara untuk nomor lainnya Eddy mengaku kansnya agak tipis karena banyak pemain kelas dunia yang jadi peserta. 

“Di nomor lain, misalnya League of Legend itu kan kita tahu sampai si Faker yang juara dunia dari Korea Selatan ikut datang ke Jakarta,” katanya di Jakarta, Selasa (24/7/2018).

Eddy menilai sebenarnya prestasi para atlet di Indonesia sudah cukup baik, tetapi sebagian besar masih di level Asia Tenggara, sedangkan dominasi China dan Korea Selatan masih sulit dikalahkan di tingkat Asia.

Namun, dia menuturkan Indonesia sedang bergerak ke arah yang sama dengan para jagoan eSports tersebut. Ajang eksibisi di Asian Games ini juga akan menjadi acuan untuk pembinaan atlet eSPorts dalam negeri ke depannya, termasuk persiapan untuk Asian Games 2022 mendatang saat olahraga elektronik resmi dipertandingkan.

“Kita mau lihat dulu di Asian Games ini bagaimana [performa Indonesia] jika dibandingkan dengan negara lain, untuk [Asian Games] 2022 akan dibikin program supaya lebih bagus,” tutur Eddy.

Dalam kesempatan yang sama Plt. Sekjen Komite Olimpiade Indonesia Helen Sarita mengatakan saat ini komite telah mengakui eSports sebagai cabang olahraga resmi sehingga diharapkan semua pihak dapat turut mendukung.

Menurutnya, eSports serupa dengan olahraga lain yang mengandalkan pikiran seperti cabor catur dan bridge. Jadi, tidak ada lagi anggapan bahwa eSports tidak layak menjadi olahraga karena tidak menitikberatkan kegiatan fisik.

“Selama dia ada unsur ketangkasan, kecepatan, dan menggunakan tenaga manusia, itu bisa dikategorikan sebagai sport, eSports punya itu,” katanya.

Tag : Asian Games 2018
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top