Algoritme Lenovo Ideapad 720S Membuat Loading Cepat dan Hemat Baterai

Prosesor ketiga seri Ryzen ini juga mampu menyeimbangkan konsumsi energi berdasarkan aplikasi yang berjalan melalui teknologi SenseMI
Duwi Setiya Ariyanti | 25 April 2018 13:54 WIB
Lenovo Ideapad 720S berlayar 13 inci - Lenovo

Bisnis.com, JAKARTA — Lenovo dan AMD berkolaborasi menciptakan produk laptop tipis Ideapad 720S yang didukung prosesor AMD Ryzen seri 5 2500U dan 7 27000U.

Consumer Business Development Manager AMD untuk Indonesia, Armawati Cen mengatakan laptop berukuran 13,3 inchi ini memiliki masa hidup baterai yang lebih panjang. Dengan fitur pure power bisa menghemat penggunaan baterai sehingga bisa tetap menyala selama 8,5 jam. Bahkan ketika dalam keadaan mati, mampu mengisi daya perangkat lain melalui USB.

Di sisi lain, prosesor ketiga seri Ryzen ini juga mampu menyeimbangkan konsumsi energi berdasarkan aplikasi yang berjalan melalui teknologi SenseMI. Hal itulah yang membuat laptop dengan berat 1,14 kg itu memiliki daya tahan baterai lebih panjang.

"Peningkatan performa CPU dan GPU dengan konsumsi power lebih hemat," ujarnya dalam jumpa pers di Hotel Shangri La Jakarta, Rabu (25/4/2018).

Fitur baru lainnya pada prosesor ini yaitu terdapat algoritme yang bisa merekam aplikasi mana yang kerap digunakan. Perulangan dan kebiasaan pengguna tersimpan di memori sehingga pengguna bisa mengakses aplikasi favorit lebih cepat.

"Algoritmenya bisa memproduksi core power yang mana yang digunakan karena membaca aplikasi yang sering digunakan dan akan disimpan di catch memory," katanya.

Adapun, laptop tersebut diklaim sebagai yang tertipis dengan ketebalan 13,6 mm. Dalam kesempatan yang sama, Consumer Lead Lenovo Helmi Susanto mengatakan laptop yang dibekali kapasitas hard disk sebesar 512 GB dan 8 GB DDRY WIO Home itu dijual Rp15,499 juta.

Laptop kategori premium itu menyasar profesional muda yang mengutamakan performa juga mobilisasi.

Angka Rp15 juta itu menurutnya tak terlalu tinggi untuk profil konsumen seperti ini. Terlebih, mengacu pada daya beli di kelas menengah dan keinginan untuk memiliki gawai canggih, pihaknya optimistis laptop premium itu bisa menjadi pilihan.

"Saya trying to assume milenial itu yang lahir tahun 80-an jadi untuk harga segitu memang kalau bicara Rp15 juta, cukup karena makin hari makin berkembang zaman dan buying power Indonesia juga bagus," katanya.

Tag : komputer
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top