Menjajal Ragam Fitur Kamera Samsung Galaxy S9

Bisnis berkesempatan untuk memakai salah satunya yakni S9 selama dua pekan untuk merasakan bagaimana fitur-fitur pada perangkat ini bekerja.
Dhiany Nadya Utami | 22 April 2018 14:12 WIB
Foto yang diambil dengan kamera belakang Samsung Galaxy S9 - Dhiany Nadya Utami

Ponsel dari lini premium Samsung yakni Galaxy S9 dan Galaxy S9+ menjadi bintang di kalangan ponsel pintar yang hadir sepanjang kuartal pertama 2018. Duo flagship ini hadir mengusung tagline Camera.Reimagined dengan mengandalkan kinerja kamera.

Samsung Galaxy S9 dilengkapi dengan kamera belakang tunggal dengan resolusi 12 MP, sedangkan Samsung Galaxy S9+ mengusung dwi-kamera yaitu kamera telefoto dan kamera wide-angle yang sama-sama berkekuatan 12 MP.

Baik S9 maupun S9+tampil elegan dengan sisi lengkung dan material kaca di bagian depan dan belakang. Dibandingkan dengan pendahulunya, desain keduanya hanya berbeda sedikit yakni posisi pemindai sidik jari yang pindah ke bagian bawah kamera.

Bisnis berkesempatan untuk memakai salah satunya yakni S9 selama dua pekan untuk merasakan bagaimana fitur-fitur pada perangkat ini bekerja, terutama fitur kamera yang paling diunggulkan. Berikut ulasannya:

 

Dari Gelap ke Terang

Salah satu keunggulan yang digadang-gadang Samsung pada ponsel teranyarnya ini adalah kemampuan untuk menangkap gambar pada kondisi minim cahaya. Kamera S9 dilengkapi dengan kemampuan pengaturan bukaan kamera mekanis yang bisa diatur manual mulai dari bukaan terang f/1.5 hingga yang amat rendah mencapai f/2.4.

Bisnis pun menjajal kemampuannya. Hasilnya memang seperti klaim yang disebut, kamera Samsung S9 mampu menangkap gambar dengan baik meski kondisi cederung gelap. Bahkan, detail objek terlihat cukup jelas dan warna yang ditampilkan terlihat nyata.

Pada mode Professional pengguna juga dapat mengatur bukaannya secara manual sehingga efek yang dihasilkan sesuai dengan keinginan. Mode ini membuat S9 bagaikan sebuah kamera profesional karena pengguna dapat menyesuaikan ISO, autofokus, white balance, hingga kecerahan gambar.

Ketika digunakan di tempat yang memiliki cukup cahaya, kamera S9 juga menunjukkan kebolehannya. Gambar yang dihasilkan kamera ini jernih dan tajam, bahkan terasa seperti gambar yang diambil lewat kamera mirrorless atau DSLR. Pun ketika kondisi cahaya amat terang atau mengambil gambar objek yang terpapar backlight, kamera tetap dapat menyesuaikan diri dan menghasilkan gambar yang baik berkat bukaan f/2.4.

 

Momen Terkecil

Fitur gerak lambat atau slow-motion (slow-mo), boleh dibilang salah satu yang paling menyenangkan dari kemampuan kamera S9. Untuk menggunakan fitur ini pengguna dapat memilih mode otomatis atau manual. Menurut Bisnis, lebih mudah menggunakan mode otomatis karena seringkali pengguna telat menentukan momen slow-mo ketika memakai mode manual.

Akan tetapi hal tersebut dapat diakali setelah pengambilan video karena pengguna dapat mengatur ulang kecepatan slow-mo dan menentukan momen mana yang ingin diperlambat atau dipercepat. Musik latar yang tersedia juga terasa berguna dan menambah keseruan fitur ini.

Sayangnya, tak seperti saat mengambil gambar atau video biasa, pengguna membutuhkan cahaya yang cukup agar dapat membuat video slow-mo yang maksimal. Kekurangan mode ini terutama tampak saat mengambil gambar di dalam ruang.

Tanpa cahaya yang cukup, video yang dihasilkan sangat gelap dan gerakan objek tak dapat terindentifikasi dengan baik oleh kamera. Fitur ini juga tidak berfungsi optimal di bawah cahaya lampu neon. Kerlip pijar lampu sangat jelas terlihat di setiap frame gerakan lambat yang ditangkap kamera.

 

 

Bokeh Jaman Now

Rasanya ketinggalan zaman jika ponsel pintar masa kini tak bisa menghasilkan foto bokeh alias berlatar belakang baur. Meski berkamera tunggal, Samsung S9 tentunya tetap memiliki kemampuan ini. Pengguna cukup masuk ke mode Selective Focus dan menempatkan kamera ponsel dalam jarak kurang dari 20 inci dari objek.

Hasilnya cukup memuaskan. Pengguna dapat menikmati foto bokeh ala masa kini dengan sekali jepret. Hanya saja, kadang fitur ini agak lambat dalam mendeteksi objek. Pengguna juga harus mengatur posisi kamera sedemikian rupa agar dapat mengambil fokus yang pas.

Kemudian, kemampuan kamera depan Samsung S9 ini cukup memuaskan bagi mereka yang gemar berswafoto. Gambar yang dihasilkan kamera depannya jernih dan menangkap gambar secara detail bahkan pori-pori, jerawat kecil, dan rambut-rambut halus yang ada di wajah akan tampak.

Bagi mereka yang suka dengan hasil swafoto lebih halus, dapat memanfaatkan berbagai filter yang tersedia.

Mode lain yang menarik dan amat berguna adalah Wide Selfie yang memungkinkan pengguna mengambil swafoto lebih lebar sehingga bisa memuat lebih banyak wajah. Cara kerjanya pengguna harus menggerakan kamera ke kiri dan ke kanan untuk menjangkau lebih banyak area. Mirip seperti mengambil gambar panorama, tetapi versi swafoto.

 

                             

Animasi Diri

Fitur AR Emoji menjadi salah satu daya jual S9 dan S9+. Fitur ini dapat membuat karakter personalisasi penggunanya. Untuk membuatnya cukup mudah, tinggal mengaktifkan mode AR Emoji kemudian pengguna mengambil foto dirinya. Setelah itu tinggal ikuti langkah-langkah yang tersedia dan secara otomatis 18 emoji personal langsung tersimpan di galeri.

Fitur ini memiliki beberapa kelemahan, antara lain tidak semua orang yang membuat AR Emoji mendapatkan karakter yang mirip dengannya. Setelah dicoba pada beberapa orang, hanya sekitar separuhnya yang memiliki karakter emoji yang benar-benar terlihat seperti diri mereka.

Kemudian opsi personalisasi yang disediakan masih terbatas, misalnya tak ada aksesori penutup kepala yang membuat pengguna berhijab tidak bisa membuat karakter dirinya. Pilihan pakaian juga masih sedikit dan kurang variatif.

Penerjemah Saku

Ponsel flagship Samsung seri terbaru ini dilengkapi pula dengan kecerdasan buatan yang bernama Bixby. Salah satu fiturnya adalah Bixby Vision yang dapat mendeteksi objek secara realtime, misalnya langsung menerjemahkan teks ke dalam bahasa yang dipilih.

Bisnis menjajal fitur ini dan hasilnya cukup baik meski harus dalam kondisi tertentu, seperti teks harus terbaca jelas dan ukuran huruf yang ingin diterjemahkan harus cukup besar, jika terlalu kecil kerap tak terdeteksi. Adapun teks yang diterjemahkan sering kali apa adanya karena Bixby hanya mengandalkan Google Translate.

Pertahankan Kelas

Selain fitur-fitur kameranya, secara keseluruhan S9 tidak jauh berbeda dengan pendahulunya. Layar 5.8 inci Super AMOLED dengan aspek rasio 18:5:9 nyaman digunakan dan tidak membuat mata lelah berkat fitur Blue Light Filter yang disematkan pada ponsel ini.

Untuk dapur pacu, S9 mengusung prosesor Exynos. Disematkan pula RAM 4GB dan kapasitas memori 64 GB serta slot microSD untuk memori tambahan. Ini membuat pengguna leluasa untuk memasang beragam aplikasi.

Kinerja ponsel juga cederung cepat meski banyak aplikasi dibuka secara bersamaan. Sayang, ketika digunakan Samsung S9 sering cepat panas padahal tidak digunakan secara berat (misalnya bermain gim), ini membuat ponsel jadi tidak nyaman digenggam. Kondisi panas ini juga kerap ditemui ketika daya baterainya sedang diisi.

Dari sisi baterai, cukup tanggung meski hanya dibekali kapasitas 3.000 mAh.  Jika baterainya diisi penuh dan digunakan secara wajar Samsung S9 dapat bertahan hingga lebih dari 12 jam.  Untuk pengisian daya, S9 didukung oleh fitur fast wired dan fast wireless charging

Kesimpulannya, bagi penggemar setia lini flagship Samsung pasti akan menyukai fitur-fitur baru terutama yang ada pada kamera S9. Posisi pemindai sidik jadi yang dipindah ke bawah kamera juga jadi detail kecil yang menyenangkan. Selain itu, desain yang elegan serta kualitas layar mumpuni menjadi nilai tawar yang cukup menggoda untuk menebus ponsel yang dibanderol Rp11,5 juta ini.

Tag : smartphone
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top
Tutup