Artsy.net: Situs Mencari, Menikmati, dan Jual-Beli Karya Seni

Dewasa ini segala hal tampaknya sudah dijual secara daring, termasuk membeli karya seni. Barang-barang seni bernilai tinggi yang dulu eksklusif dan hanya dapat dilihat oleh kalangan tertentu kini dapat dinikmati siapa saja melalui katalog di platform penjualan daring.
Dhiany Nadya Utami | 01 April 2018 16:02 WIB
Sebagian karya Kelompok Perupa Galang Kangin - Bisnis/Ema Sukarelawanto

Bisnis.com, JAKARTA - Dewasa ini segala hal tampaknya sudah dijual secara daring, termasuk membeli karya seni. Barang-barang seni bernilai tinggi yang dulu eksklusif dan hanya dapat dilihat oleh kalangan tertentu kini dapat dinikmati siapa saja melalui katalog di platform penjualan daring.

Menjual barang seni secara daring dulu amat dihindari, bahkan menampilkan karya di dunia maya disebut sebagai “menghanguskan” karya tersebut karena menghilangkan unsur eksklusifnya.

Secara tradisional, galeri-galeri seni memainkan peran utama dalam menjual karya para seniman. Setelah lolos proses kurasi, biasanya karya-karya tersebut akan bermalam di galeri untuk dipamerkan ataupun jadi penghuni tetap hingga berjodoh dengan pembeli.

Kenyataannya, tak semua orang nyaman dan berkesempatan mengunjungi galeri seni. Pun, tak semua karya yang ada dalam galeri mampu menjangkau “jodohnya” yang mungkin ada di belahan dunia lain.

Hingga tiba pada era internet seperti saat ini. Tak ada yang absen dari internet, baik dalam konteks positif maupun negatif termasuk penjualan barang seni.

Ketika konsep marketplace daring kian digemari, pasar yang dapat mempertemukan karya seni dengan pembelinya pun tak luput diciptakan.

Medio 2009, Artsy.net lahir dengan tujuan “memastikan setiap karya seni yang ada di dunia dapat terhubung dan diakses oleh siapa saja melalui koneksi Internet”. Artsy menjadi jembatan antara karya seni, galeri, dan orang-orang yang menggemari serta mengoleksi seni. Tercatat, Artsy memiliki 2,5 juta pengujung yang berasal lebih dari 160 negara tiap bulannya

Berdasarkan data The European Fine Art Foundation, pasar seni global bernilai sekitar US$44 miliar tiap tahunnya dan pada 2016 sebanyak US$3,75 miliar transaksi dilakukan secara daring, naik 15% dari tahun sebelumnya. Dikutip dari Forbes, pendiri Artsy, Carter Cleveland, mengatakan bahwa dia ingin Artsy menjadi “Amazon-nya barang-barang seni”.

Ragam Pilihan

Ketika pertama kali tiba di halaman muka Artsy, pengunjung akan disuguhi pertunjukan salindia (slideshow) beberapa artikel tentang seni. Di bagian tengah atas, ada deretan kanal-kanal sebagai direktori untuk menjelajahi situs Artsy.

Terdapat 8 kanal utama yang bisa digunakan oleh pengguna untuk mencari sebuah karya seni dengan spesifik yaitu Artist (seniman), Artworks (karya seni), Shows (pertunjukan), Galleries (galeri), Museum, Fairs (pameran), Auction (lelang), dan Magazine (majalah).

Menurut situsnya, sampai saat ini ada lebih dari 800.000 karya dari 80.000 seniman yang karyanya terdaftar di Artsy, termasuk para pesohor seperti Andy Warhol, Pablo Picasso, Jean-Michel Basquiat, Keith Harring, Liu Weiwei, dan Jeff Koons. Pengunjung situs dapat mencari seniman favorit mereka sesuai kategorisasi abjad pada kanal Artist (seniman).

Sedangkan untuk mereka yang lebih suka melihat karya-karya dengan medium tertentu dapat melakukan penelurusuran via kanal Artworks. Pada kanal ini terdapat subkanal di antaranya Painting (lukisan), Photography (fotografi), Sculpture (patung), dan Film & Video.

Pun ada subkategori tertentu dengan gaya yang lebih spesifik untuk mempermudah kolektor mencari karya sesuai minatnya seperti potrait, absctack, figurative, still life, gender & sexuality, landscape, dan animals. Calon pembeli juga dapat menentukan tema warna dan kisaran harga karya yang ingin dibelinya pada fitur filter.

Beragam galeri-galeri yang ada di New York, London, Los Angeles, Paris, Berlin, San Fransisco, dan Hong Kong turut memajang barang jualan mereka di Artsy sebut saja Opera Gallery, Jason Jaques Gallery, V1 Gallery, dan Yabuuchi Satoshi Gallery. Pun museum-museum seni ternama yang ada di dunia.

Pada kanal Galleries pengunjung akan dimudahkan dengan kategorisasi yang dibuat oleh Artsy. Adapun beberapa kategori galeri sesuai kekhususannya adalah emerging art, 20th century design, contemporary design, drawing, dan jewelry.

Para kolektor seni dapat memiliki karya-karya yang ada dalam katalog Artsy lewat pembelian langsung maupun dengan mengikuti proses lelang. Pelelangan karya dilakukan secara langsung dan harga lelang berlaku dalam mata uang poundsterling. Pembeli dapat melihat karya yang dilelang beserta jadwalnya melalui kanal Auctions.

          

Bagi kolektor yang suka mengunjungi pameran seni dan menawar secara langsung dapat menemukan jadwal pameran yang akan berlangsung di kanal Fairs. Pada kanal yang sama, ada pula ulasan mengenai pameran-pameran yang telah berlangsung.

Pemilik Galeri

Tak hanya memudahkan para kolektor yang gemar berburu karya seni. Para pemilik galeri pun dimudahkan. Sebagai jembatan ke para kolektor, Arty menyediakan tim khusus yang akan merespons pertanyaan calon pembeli seputar harga dan lainnya, memberikan rekomendasi tentang latar belakang calon pembeli, serta bertindak sebagai perantara proses pembayaran.

Ada pula fitur Artsy Folio yang akan tersinkronisasi langsung dengan inventori galeri. Ini memungkinkan galeri membuat album kurasi dan membagikan grup-grup hasil karya. Selain itu fitur one-touch e-mail memudahkan pengurus galeri mengirim detail karya pada calon pembeli.

Secara umum, berbelanja karya seni lewat laman Artsy tidak jauh berbeda ketika kita membeli kebutuhan sehari-hari via platform dagang-el. Hanya saja memang ada beberapa persyaratan dan tahap-tahap tertentu yang mesti dilewati saat kita akan mengadopsi sebuah karya seni. Sekali lagi, internet memungkinkan kita melakukan apapun hanya lewat jari.

Tag : tips digital
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top