Sistem Archangel Besutan Sydeco Bisa Identifikasi Virus Baru

PT Sydeco membuat perangkat pengamanan data berbasis AI dan pembelajaran mesin.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 26 Maret 2018  |  10:01 WIB
Kasubdit 4 Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Roberto Pasaribu (paling kanan) berfoto bersama (kanan ke kiri) Presiden Direktur PT Sydeco Patrick Houyoux, Kepala Research & Development PT Sydeco Rizal Hendra Wardana, serta Septian Yudha Sahanaya dan Bayu Kurniawan sebagai developer dari Archangel dan SST berfoto bersama dengan produk Archangel dan SST - Sydeco

Bisnis.com, JAKARTA — Kasus-kasus pencurian data lewat serangan siber kian marak. Tak hanya teknologi yang berkembang, metode kejahatan siber juga terus berinovasi dan hadir dengan variasi baru. Ini membuat perlindungan terhadap data tidak bisa dilakukan dengan pengamanan yang biasa saja.

Dibutuhkan teknologi pengamanan yang dapat beradaptasi dengan varian serangan siber baru. Salah satu yang dapat mengatasinya adalah menempatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan pembelajaran mesin atau machine learning pada sistem keamanan yang dapat mempelajari pola serangan.

Perusahaan teknologi yang berfokus pada pengamanan data, PT Sydeco, membuat perangkat pengamanan data berbasis AI dan pembelajaran mesin. Perusahaan yang berbasis di Yogyakarta tersebut memperkenalkan kedua teknologinya, pekan lalu.

Teknologi pertama adalah kotak pintar bernama Archangel yang berfungsi menjaring lalu lintas data yang masuk ke jaringan dan Secure System of Transmission (SST) sebuah sistem keamanan dengan AI, sedangkan teknologi kedua bernama Secure System of Transmission (SST) yaitu sistem keamanan data yang disebut sebagai pengganti enkripsi.

President Director PT Sydeco Patrick Houyoux mengatakan kedua teknologi ini diciptakan lewat serangkaian riset dengan meneliti berbagai kasus pencurian dan pembobolan data yang pernah terjadi.

“Proses pengembangannya cukup lama karena merpakan pertama kalinya kami mempelajari artificial intelligence. Paling lama itu saat kami mempelajari bagaimana machine learning bekerja yaitu hampir 1 tahun,” paparnya.

Houyoux pun menjelaskan cara kerja produknya. Archangel terdiri atas sebuah router, sebuah honeypot, 3 firewall, 2 switches, 3 intelligent agent, dan 2 otak buatan. Teknologi ini menciptakan jaringan internal dalam sebuah perusahaan atau kantor dan menjadikan jaringan tersebut sebagai jalur transmisi data yang menggunakan internet.

“Dia menciptakan VPN dan melindungi semua perangkat yang berada pada jaringan tersebut dari segala gangguan yang datang dari luar,” jelas Houyoux.

Archangel dapat mencegah penularan lateral dari suatu perangkat ke perangkat lain di dalam VPN. Firewall yang ada dalam Archangel akan memblokir semua jenis serangan seperti virus dan worm yang dapat diidentifikasi, sedangkan yang tidak dapat dikenali akan terjebak dalam honeypot.

Kemudian, karakteristik serangan yang terjadi dikirim oleh intelligent agent ke otak buatan (mesin pembelajaran) untuk dipelajari dan firewall akan otomatis diperbaharui untuk mengentikan gangguan tersebut di kemudian hari.

Adapun, teknologi lainnya yakni SST merupakan program yang berjalan beriringan dengan Archangel. Houyoux menyebut SST sebagai sistem pengganti enkripsi yang berfungsi untuk pengamanan data.

“Problem pada enkripsi itu adalah dibutuhkan kunci untuk membuka kunci. Kelemahannya di kuncinya tersebut. SST tidak perlu kunci,” jelasnya.

Dia memaparkan, SST bekerja dengan mentransmisikan data setelah lebih dulu mengubahnya ke dalam sistem pengkodean yang mereka sebut “bahasa alien”. Penerjemahan ini membuat peretas sulit membaca data yang ditransfer sehingga keamanan data yang dikirim terjamin. Ini bahkan diklaim lebih aman dibandingkan sistem enkripsi. 

“SST punya ribuan bahasa dan tidak ada bahasa yang digunakan dua kali,” tambah Houyoux.

Lebih lanjut, dia mengatakan sistem pengamanan ini dapat digunakan pada berbagai perangkat baik personal computer maupun ponsel pintar.

Sementara untuk Archangel tersedia dalam kapasitas yang berbeda-beda. Dalam bentuk boks ada dua pilihan yakni Archangel BA 147 (bisa menampung hingga 150 perangkat) dan Archangel BA 298 (bisa menampung hingga 300 perangkat). Ada pula bentuk program yang dapat diunduh mulai dari 250MB (10 perangkat) hingga 40GB (3.000 perangkat).

Tag : serangan siber
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top