Perbedaan Fungsi Tablet dan Smartphone Menurut Pengguna di Indonesia

Hanya 6,52% masyarakat Indonesia yang menggunakan tablet. Sisanya, sebanyak 93,48% memilih tak menggunakan tablet.
Duwi Setiya Ariyanti | 19 Februari 2018 13:51 WIB
Samsung Galaxy Tab S3 - Samsung.com

Bisnis.com, JAKARTA — Penyebab penjualan komputer tablet terus merosot bukan karena konsumen beralih ke smartphone berukuran layar besar. Pengguna ternyata menggunakan tablet dan ponsel pintar untuk aktivitas yang berbeda.

Berdasarkan hasil survei Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Kementerian Komunikasi dan Informatika 2017, hanya 6,52% masyarakat Indonesia yang menggunakan tablet. Sisanya, sebanyak 93,48% memilih tak menggunakan tablet.

saat tak terhubung dengan internet, smartphone digunakan untuk menelepon dengan porsi 94,4%; berkirim pesan singkat 90,75%; dan mengakses serta produksi foto dan video  sebesar 30,38%.

Untuk fungsi lain dengan porsi yang lebih kecil yakni menonton video atau musik 26,58%; bermain gim 26,58%; membaca buku elektronik 7,42% dan memasang peranti lunak 5,62%. Terakhir, untuk menggunakan aplikasi 5,62%; dan mengolah gambar 2,42%. 

Ketika ponsel pintar terhubung ke internet, porsi terbesar yakni 81,90% untuk komunikasi, disusul untuk menjelajah internet 60,24%; bermain gim 47,05%; streaming video, musik dan radio 43,51%. Terakhir, mengunggah dan mengunduh file sebesar 26,58%; transaksi daring 26,45%; mencari, mengunduh, memasang peranti lunak 17,44%; serta membaca buku 16,44%.

Vice President Samsung Electronics Indonesia Lee Kang Hyun mengakui penjualan tablet terus merosot dalam dua tahun terakhir namun bukan karena masyarakat pengguna tablet beralih ke smartphone.

Menurutnya, semakin canggihnya fitur ponsel pintar saat ini tak berpengaruh terhadap merosotnya penjualan tablet secara umum. Dia menilai gaya hidup dan kebutuhan masyarakat yang akhirnya menentukan. Kedua jenis gawai itu, tutur Lee, memiliki fitur dan fungsi berbeda sehingga dia menganggap tak tepat bila canggihnya ponsel saat ini menggeser pasar tablet.

“Jadi, bukan fitur smartphone yang memengaruhi secara signifikan penjualan tablet, tetapi gaya hidup dan kebutuhan konsumen itu sendiri. Karena, sekali lagi, konsumen menggunakan kedua gadget ini untuk kebutuhan yang berbeda, tentunya fungsi yang berbeda pula,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, belum lama ini. 

Smartphone, katanya, memang menjadi gawai utama bagi masyarakat. Ponsel pintar digunakan untuk mendukung produktivitas dan hiburan selain fungsi utamanya yakni alat komunikasi.

Smartphone menjadi gadget utama yang bisa mendukung produktivitas dan hiburan, lebih dari sekadar alat komunikasi.”

Sementara itu, ujar Lee, tablet digunakan untuk berbisnis. Sebagai contoh,dia menyebut, tablet dignakan untuk mencatat transaksi di gerai toko, alat pembelajaran di rumah dan di sekolah juga alat berkreasi. 

Di sisi lain, dari data Kementerian Komunikasi dan Informatika, saat tidak terhubung ke internet, sebagian besar masyarakat yakni 86,48% menggunakan tablet untuk akses hiburan. Kemudian, sisanya yakni 23,45% masyarakat menggunakannya untuk bekerja dan 19,87% masyarakat menggunakan tablet untuk belajar. 

Berbeda dengan penggunaan smartphone, masyarakat menggunakan tablet yang terhubung ke internet untuk streaming dengan porsi 56,56%; bermain gim 46,72%; komunikasi 39,58%; menjelajah di internet 37,45% dan mencari, mengunduh serta memasang peranti lunak sebesar 15,64%.

Untuk porsi yang lebih kecil, pengguna tablet menggunakannya untuk mengolah dokumen yakni 14,86%; mengunggah dan mengunduh yang memiliki porsi yang sama dengan kegiatan membaca buku yaitu 14,48%; serta melakukan transaksi daring dengan porsi 12,36%. 

“Tablet, mereka gunakan untuk berbisnis seperti dijadikan pencatat transaksi di toko atau restoran, atau beberapa sekolah sudah menjadikan tablet sebagai pengganti buku, atau orang tua menggunakan tablet untuk anaknya berkreasi misal menggambar, belajar baca tulis, bahasa,” kata Lee.

Tag : tablet
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top