Absen di Daftar Kemenperin, Xiaomi Tegaskan Penuhi TKDN

Perwakilan Xiaomi Stephanie Sicilia mengatakan produk yang didistribusikan di Indonesia telah memenuhi ketentuan TKDN 30%.
Duwi Setiya Ariyanti | 08 Januari 2018 11:58 WIB
Lei Jun, pendiri dan CEO Xiaomi, saat peluncuran Mi Notes di Beijing. 1 Januari 2015. - Reuters/Jason Lee

Bisnis.com, JAKARTA--Xiaomi, produk ponsel asal China disebut telah memenuhi standar tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) 30% untuk 4G/LTE.

Perwakilan Xiaomi Stephanie Sicilia mengatakan produk yang didistribusikan di Indonesia telah memenuhi ketentuan TKDN 30%.

Meskipun, bila melihat data Kementerian Perindustrian, per September, Xiaomi belum masuk daftar 16 merek yang telah tersertifikasi.

Merek yang telah terdaftar pada September 2017 adalah Apple, Advan, Gionee, ASUS, dan Nokia. Kemudian, merek Evercross, Sharp, Lava, Moto, LG dan SPC juga telah mencapai TKDN 30%. Sisanya, Nubia, Samsung, Oppo, Vivo dan Wiko.

"Semua perangkat resmi Xiaomi telah memenuhi penerapan TKDN pemerintah," ujarnya, Minggu (7/1/2018).

Menurutnya, tahun 2017 bahkan menjadi catatan penting karena sejumlah produk yang dijual diproduksi di Indonesia dengan melibatkan mitra Satnusa Persada. Sepanjang 2017, tutur Stephanie, pihaknya merilis beberapa produk baru seperti Redmi 4A, Redmi 4X, Redmi Note 4, Mi A1, Redmi Note 5A, dan Redmi 5A.

"Tahun 2017 juga merupakan tahun penting bagi Xiaomi, di mana kami merilis ponsel buatan Indonesia dengan bekerjasama dengan PT Satnusa Persada di bulan Februari 2017."

Pada 2018, pihaknya pun akan meningkatkan keterjangkauan dengan toko resmi Xiaomi. Saat ini, sebagai gambaran, ujar Stephanie, Xiaomi telah memiliki toko resmi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.

"Sepanjang tahun 2018, kami akan terus meningkatkan jumlah dan jangkauan Authorized Mi Store di seluruh Indonesia," kata Stephanie.

Tag : xiaomi
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top