Analis Pangkas Proyeksi Pengiriman iPhone X

Sejumlah analis memangkas proyeksi pengiriman iPhone X untuk kuartal I/2018 di tengah minimnya permintaan dari pasar pada akhir musim liburan. Lemahnya permintaan karena harga iPhone X terlalu mahal dan kurangnya inovasi yang menarik menjadi penyebab.
Newswire | 25 Desember 2017 19:37 WIB
iPhone X muncul di layar video raksasa di Apple Visitor Center di Cupertino California Amerika serikat, 17 November 2017. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah analis memangkas proyeksi pengiriman iPhone X untuk kuartal I/2018 di tengah minimnya permintaan dari pasar pada akhir musim liburan.

Bloomberg melansir Senin (25/12/2017), analis Sinolink Securities Co. Zhang Bin menyatakan Apple Inc. diperkirakan hanya mampu mengirim 10 juta-35 juta unit ponsel tersebut ke pasar atau jauh di bawah angka proyeksi terdahulu. "Setelah permintaan tahap pertama dipenuhi, pasar sekarang khawatir harga iPhone X yang sangat tinggi akan membuat permintaan melemah pada kuartal pertama tahun depan," paparnya.

Sementara itu, JL Warren Capital LLC dalam laporannya mengatakan pengiriman akan turun menjadi 25 juta unit pada kuartal I/2018 dari 30 juta unit pada kuartal IV/2017. Hal ini disebabkan penurunan permintaan dari beberapa pemasok Apple.

Penurunan tersebut menggambarkan lemahnya permintaan karena harga iPhone X terlalu mahal dan kurangnya inovasi yang menarik. "Kabar buruknya adalah ponsel yang publikasi serta promosinya sangat gencar ini tidak mendorong permintaan global," papar laporan tersebut.

Pekan lalu, analis Nomura Instinet Jeffrey Kvaal menurunkan peringkat Apple dari beli menjadi netral. Saham Apple melonjak 51% sepanjang 2017.

Apple menolak memberikan komentar terkait perencanaan produksi perusahaan. Sementara itu, Foxconn menyatakan tidak bisa berkomentar mengenai hal ini terkait kebijakan perusahaan.

Apple mengandalkan perubahan desain untuk ponsel edisi ulang tahun ke-10 perusahaan itu sebagai pendorong permintaan, seiring dengan meningkatnya value perusahaan AS itu mendekati US$1 triliun. Perusahaan ini sekarang menghadapi tantangan baru dari Samsung Electronics Co., yang mulai pulih setelah recall Galaxy Note 7 beberapa waktu lalu.

Merek-merek China yakni Huawei, Oppo, dan Xiaomi juga menebarkan ancaman baru untuk menarik konsumen potensial di China dan negara berkembang seperti India.

Koran Economic Daily News dari Taiwan sebelumnya mengabarkan Apple telah memangkas perkiraan penjualannya untuk kuartal pertama 2018 dari 50 juta unit menjadi 50 juta unit. Hon Hai Precision Industry Co. alias Foxconn, hub utama untuk produksi iPhone X di Zhengzhou, China, juga disebut telah berhenti merekrut karyawan.

Sumber : Bloomberg

Tag : apple
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top