Kamera Aksi GoPro Hero 6: Tetap Narsis Ketika Dinamis

Gawai ini pun mempunyai sistem unggah otomoatis yang memudahkan pengguna menerima data saat gawai sedang mengisi daya, asal WiFi tetap menyala.
Pandu Gumilar | 23 Oktober 2017 12:49 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Teknologi membuat setiap momen berharga bisa diabadikan dengan mudah. Koleksi gambar digital di ponsel Anda pasti penuh dengan momen saat berkumpul dengan keluarga, berjalan-jalan dengan teman, atau bersantai sejenak dengan kolega.

Namun, kamera ponsel atau kamera digital memiliki kemampuan terbatas. Apalagi, buat Anda yang sangat dinamis tapi ingin tetap narsis. Alternatifnya adalah kamera aksi.

Kamera aksi jauh lebih ringkas dan simpel digunakan, daripada kamera DSLR atau kamera ponsel. Ketahanan akan benturan pun sudah teruji. Tidak usah khawatir lagi. Kamera aksi memang dibuat untuk segala medan.

Mulanya kamera aksi memang diperuntukkan bagi pecandu adrenalin yang gemar merekam aktivitas ekstrem yang menguji nyali. Tapi sekarang tren itu sudah bergeser, warga net juga ingin menggunakannya meski untuk kegiatan yang biasa-biasa saja.

Pada pertengahan Oktober ini, GoPro merilis kamera aksi  generasi teranyar, HERO6 yang dilengkapi beberapa fitur tambahan yang tidak ada di HERO sebelumnya.

Kamera aksi generasi keenam ini, bukan lagi khusus untuk pecandu adrenalin. Namun, ditujukan buat semua orang. Hero 6 kini dilengkapi fitur Internet of things (IoT) yang mendukung kemudahan mengunggah materi ke ponsel.

GoPro melengkapi Hero 6 dengan cip WiFi 4 Ghz yang mempercepat proses pengiriman data ke ponsel atau pun gawai lain. Peningkatan dari segi distribusi dilakukan oleh GoPro sebab kualitas rekaman video yang dihasilkan adalah 4K 60 f/s. Ukuran data jadi lebih besar akan memakan waktu jika tiada peningkatan. Cip WiFi 4 GHz membuat proses transfer data 80% lebih cepat dari sebelumnya.

Prosesor GP1 yang tertanam menjadikan kualitas gambar jadi lebih jernih dengan rentang dinamis lebih lebar sehingga meminimalisasi kelebihan exposure. Proses koreksi warna di komputer pun tidak terpapar terlalu banyak noise.

Hero 6 juga bisa mengambil video gerak lambat pada kualitas gambar 1.080/240 piksel. Ini membuat gambar yang dihasilkan setajam kamera profesional saat digerakkan lebih lambat. Tidak ada gambar patah-patah, hasilnya berjalan mulus.

GoPro menanamkan perangkat lunak yang mampu meredam goncangan pada Hero 6 sehingga gambar stabil dan tidak bergoncang. Perangkat lunak tersebut dapat menerka arah ke mana pengguna akan bergerak dan memuluskan perekaman.

Gawai ini pun mempunyai sistem unggah otomoatis yang memudahkan pengguna menerima data saat gawai sedang mengisi daya, asal WiFi tetap menyala.

Hero 6 juga tahan banting setelah serangkaian percobaan. Perangkat ini juga tahan air hingga kedalaman 10 meter tanpa perlu pelindung tambahan. Bahan material yang dipakai oleh GoPro meningkatkan ketahanan gawai pada banyak kondisi.

GoPro menggaransi pengguna generasi keenam ini dengan kualitas video ultra high definition (UHD) dan ketahanan di segala medan.

Bagaimana dengan kualitas audio? Mesin mini ini sudah ada mendapatkan peningkatan untuk mereduksi bising. Namun, belum maksimal. Solusinya, GoPro atau vendor lain menyediakan mikrofon untuk meningkatkan hasil suara.

Sejak menggunakan konektivitas Wi-Fi untuk membagi hasilnya ke ponsel terdaftar atau aplikasi Quick ciptaan GoPro. Hero 6 termasuk kategori IoT yang membuatnya dapat saja terserang malware.

IoT Business Development Manager PT Sinar Eka Selaras [SES] Eric Lee mengatakan selama ponsel atau gawai yang disambungkan tidak terkena malware, data pada HERO6 aman, karena gawai ini tidak menggunakan sistem terbuka. PT SES merupakan distributor resmi untuk GoPro di Indonesia.

Poin menarik lain adalah ketiadaan password pengunci untuk gawai ini. Sebaiknya fitur ini masuk dalam tubuh HERO6 sejak ia masuk pengklasifikasian lifestyle technologi. Apabila gawai ini hilang, tanpa sandi kunci data yang terekam bisa saja disalahgunakan.

HERO6 kemungkinan dibanderol dengan harga sekitar Rp7,5 juta di pasaran. Jadi berhati-hatilah dalam menjaga gawai ini.

Tag : kamera
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top