Tren Selfie Dongkrak Penjualan Smartphone

Tren selfie saat ini telah menjadi salah satu faktor pendorong utama tingkat penjualan atau konsumsi gadget di dunia, termasuk Indonesia.
Mia Chitra Dinisari | 30 September 2017 10:59 WIB
Selfie - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Tren selfie saat ini telah menjadi salah satu faktor pendorong utama tingkat penjualan atau konsumsi gadget di dunia, termasuk Indonesia.

Tak aneh bila banyak produsen gadget berlomba-lomba merilis varian produk yang disasarkan khusus untuk para penggila selfie. Sepanjang 2017, setidaknya ada lebih dari sepuluh brand yang memasarkan smartphone dengan peningkatan teknologi kamera depan, lengkap dengan flash khusus selfie dan fitur-fitur lainnya.

“Pengaruh tren ini juga tergambarkan dari para konsumen kami. Dari lima brand terlaris di Bhinneka sepanjang tahun, yaitu Samsung, Asus, Apple, Xiaomi, dan Oppo, didominasi varian produk yang mengunggulkan fitur kamera yang canggih,” ungkap Irina Marwan, Brand Marketing Manager Bhinneka dalam siaran persnya.

Seperti yang diketahui, hampir semua brand tersebut memang meluncurkan ponsel spesial selfie di tahun ini. Tanpa tahap pre-order, konsumen Bhinneka langsung “menyerbu” setelah launching.

Irina menambahkan bahwa nilai rata-rata pembelanjaan konsumen Bhinneka untuk produk smartphone mengalami peningkatan hampir 10 persen dibanding tahun lalu.

“Selebihnya, konsumen Bhinneka sangat antusias dengan pre-order smartphone high-end. Kuota langsung habis sehari setelah pemesanan dibuka. Terakhir seperti pada Samsung Galaxy Note8. Promo bank kita buka selama sepuluh hari dari 8-18 September, tetapi kuota telah habis terjual kurang dari seminggu bahkan hingga melebihi kuota jumlah yang disiapkan,” urainya.

Sementara itu, di sisi lain ponsel low-end ternyata juga cukup mendapat tempat di hati konsumen Bhinneka. Seperti yang ditunjukkan saat peluncuran Nokia 105 dan Nokia 3310 beberapa waktu lalu, meskipun dengan fitur terbatas, minus jaringan internet, namun punya keunggulan dari sisi harga dan daya baterai yang jauh lebih tahan lama dibandingkan smartphone.

“Selain karena harganya yang murah, konsep ponselnya yang sangat simpel, tingginya animo masyarakat juga didorong oleh nilai historis dari Nokia itu sendiri. Tidak heran ponsel Nokia ini laris manis,” masih lanjut Irina.

Menjelang penghujung tahun 2017, Bhinneka pun masih optimistis tren selfie dan lebih luasnya lagi, tren smartphone photography akan tetap berdampak positif dalam ranah ini. Terlebih berkaca pada banyaknya jumlah pengguna aplikasi-aplikasi berbasis visual semacam Instagram (45 juta pengguna di Indonesia per Juli lalu), dan terus tumbuhnya minat terhadap eksplorasi audiovisual lebih jauh yang digambarkan dalam aktivitas video-blogging (vlogging) dan semacamnya.

“Kami tentu berharap perkembangan tren digital ini juga mampu terus menumbuhkembangkan kreasi dan inovasi, tidak hanya di kalangan anak muda sebagai tech-savvy generation, namun juga ke kalangan yang lebih luas, agar pemanfaatan teknologi kian maksimal,” tutup Irina.

Tag : Bhinneka.com, Selfie
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top