Google Akusisi Pixel dari HTC Seharga US$1,1 Miliar

HTC akan terus menjalankan bisnis pengembangan dan produksi smartphone selain Pixel. Beberapa analis memperkirakan kontribusi Pixel terhadap total produksi ponsel HTC mencapai 20%.
Agne Yasa | 21 September 2017 14:59 WIB
Ilustrasi smartphone Google Pixel - madebygoogle.com

Bisnis.com, JAKARTA — Google mengakusisi divisi HTC Corp Taiwan yang mengembangkan smartphone Pixel senilai US$1,1 miliar dalam upaya penetrasi ke bisnis manufaktur perangkat keras. 

Google berupaya meningkatkan kinerja di bisnis perangkat keras lewat berbagai kesepakatan dan peluncuran produk. Tahun lalu, Google menunjuk mantan petinggi Motorola Rick Osterloh sebagai kepala divisi perangkat keras.

"Bagi Google, perjanjian ini semakin memperkuat komitmennya terhadap smartphone dan investasi keseluruhan dalam bisnis perangkat keras yang sedang berkembang," kata Google dalam sebuah pernyataan seperti dilansir dari Reuters, Kamis (21/9/2017).

Berdasarkan kesepakatan tersebut, Google juga akan menerima lisensi non-eksklusif untuk kekayaan intelektual HTC.

Di sisi lain, HTC akan terus menjalankan bisnis pengembangan dan produksi smartphone selain Pixel. Beberapa analis memperkirakan kontribusi Pixel terhadap total produksi ponsel HTC mencapai 20%.

HTC, yang berbasis di Taiwan, pernah mencatatkan prestasi dengan memasok 1 dari 10 smartphone yang terjual di seluruh dunia. Namun, pangsa pasar HTC terus merosot terdesak kompetisi ketat dengan Apple Inc., Samsung Electronics Co., dan berbagai merek ponsel produksi perusahaan asal China.

Penurunan tajam pangsa pasar membuat beberapa analis mempertanyakan kebijaksanaan kesepakatan antara HTC dan Google.
"HTC telah melewati masa jayanya dalam hal menjadi rumah desain hardware terkemuka, terutama karena berapa banyak yang harus diseimbangkan tahun ini karena penurunan pendapatan," kata Ryan Reith, analis di perusahaan riset IDC.

Reith mengatakan kesepakatan dengan HTC baru benar-benar bernilai jika Google serius mengambil kendali seluruh bisnis perangkat keras selain smartphone, seperti Home dan Chromebook.

Kesepakatan dengan HTC adalah langkah besar kedua Google dalam bisnis manufaktur smartphone. Perusahaan yang berbasis di Silicon Valley tersebut sebelumnya membeli Motorola Mobility seharga US$12,5 miliar pada 2012.

Namun, Google memutuskan menjual rugi Motororal kepada Lenovo Group Ltd. asal China dalam transaksi senilai US$3 miliar pada 2015.

"Masih hari-hari awal untuk bisnis perangkat keras Google," kata Osterloh dalam sebuah posting blog, menambahkan bahwa pihaknya berfokus untuk menyatukan perangkat lunak dan perangkat keras Google terbaik untuk rangkaian produk intinya.

Inisiatif perangkat keras lain dari Google termasuk langkah mengakuisisi Nest, pembuat termostat, seharga $3,2 miliar pada 2014.

Google juga memproduksi speaker pintar bernama Google Home dan perangkat virtual reality dengan nama Daydream View.

Tag : smartphone
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top