Xiaomi Serius Garap Pasar Ponsel Pintar Indonesia

Xiaomi mulai serius membidik pasar ponsel pintar di Indonesia. Hal ini dilakukan dengan mulai memproduksi ponsel tersebut di Indonesia untuk menekan harga jual.
Pandu Gumilar | 21 September 2017 11:31 WIB
Xiaomi - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA -  Xiaomi mulai serius membidik pasar ponsel pintar di Indonesia. Hal ini dilakukan dengan mulai memproduksi ponsel tersebut di Indonesia untuk menekan harga jual.

Mi A1 adalah produk pertama Xiaomi yang berlabel "made in  Indonesia", dan  tidak menutup kemungkinan, seterusnya produsen ponsel asal China tersebut akan memproduksi jenis ponsel pintar lain di Tanh Air.

Steven Shi, Head of Xiaomi South Pacific Region, mengakui Indonesia adalah pasar penting dibandingkan negara lain.

"Untuk menunjukan komitmen lebih lagi [pada pasar Tanah Air], hari ini Xiaomi akhirnya membawa Mi A1 secara resmi ke Indonesia," terang Steven Shi, Rabu (20/9/2017).

Kementrian Riset dan Teknologi merilis angka pengguna ponsel pintar di Indonesia mencapai 25% dari total penduduk atau sekitar 65 juta jiwa. Dengan catatan masih akan bertambah mencapai 100 juta orang pada tahun 2018.

Artinya, masih ada peluang untuk menggaet 35 juta konsumen hingga tahun depan. Oleh sebab itu, di sela-sela peluncuran Mi A1 di Jakarta, Steven Shi menyebut pasar Tanah Air sebagai key market yang tidak mungkin diabaikan.

Sementara itu. lewat siaran pers, Senior Vice President Xiaomi Wang Xiang mengatakan: “Mi A1 menjadi sebuah perangkat strategis dalam program ekspansi global kami serta menjadi sebuah langkah penting dalam misi kami untuk membawa inovasi bagi semua orang."

Mi A1 merupakan ponsel pintar yang mengutamakan keunggulan di fitur kamera. Kamera belakangnya menggunakan teknologi kamera ganda yang tiap lensanya berdaya 12MP yang mampu menghasilkan efek bokeh seperti kamera DSLR. Ditambah kamera depan 5MP dengan mode Beautify yang otomatis bisa memperindah swafoto.

Dengan fitur premium tersebut, produsen lain asal Korea, Amerika atau bahkan China, rata-rata menjual satu unitnya di kisaran Rp 5 juta hingga Rp 8 juta. Sementara, Mi A1 dibanderol seharga Rp 3 juta. Lebih murah sebab seri ini tidak perlu dikenakan biaya cukai. Karena proses produksi dalam negeri.

"Kami selalu mencoba untuk menemukan keseimbangan yang tepat antara prosesor, kamera, baterai, dan harga. Nilai jual utama untuk Mi A1 adalah kamera ganda yang unggul, kerja sama dengan Android One, kenyamanan saat menggenggam, serta prosesor. Saya pikir, Anda tidak bisa mendapatkan perangkat yang lebih baik dari yang satu ini dengan harga tersebut," terang Steven Shi pada Bisnis di Jakarta.

Tag : xiaomi
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top