Ini Cara Pastikan Tidak Ada Aplikasi Ilegal di Smartphone Anda

Seiring berjalannya waktu, banyak aplikasi bermunculan dan seringkali aplikasi tersebut adalah aplikasi tidak resmi yang muncul di ponsel baru, namun bukan bawaan dari ponsel tersebut sehingga menyebabkan terjadinya banyak adware bermunculan setelah mengaktifkan ponsel itu.
Sholahuddin Al Ayyubi | 19 Juni 2017 13:11 WIB
Pengguna smartphone - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Penggunaan smartphone di era modern dewasa ini bukan lagi sebagai gaya hidup tetapi telah menjadi sebuah kebutuhan. Tidak dapat dipungkiri aplikasi juga menjadi salah satu elemen yang dibutuhkan di dalam ponsel untuk membantu beraktivitas, mulai dari urusan hiburan, pekerjaan, bahkan asmara.

Namun, seiring berjalannya waktu, banyak aplikasi bermunculan dan seringkali aplikasi tersebut adalah aplikasi tidak resmi yang muncul di ponsel baru, namun bukan bawaan dari ponsel tersebut sehingga menyebabkan terjadinya banyak adware bermunculan setelah mengaktifkan ponsel itu.

Head of Marcomm Evercoss Suryadi Willim mengatakan salah satu ciri yang paling mudah untuk mengetahui smartphone yang sudah ter-install aplikasi tidak resmi adalah memperhatikan layar ketika smartphone tersebut dinyalakan.

Ponsel pintar yang menggunakan aplikasi ilegal tidak menampilkan halaman pengaturan awal android yang menanyakan bahasa, pengaturan waktu, koneksi, nama pengguna, dan lainnya saat baru menyala.

Dia menjelaskan awalnya pengguna smartphone seringkali beranggapan munculnya banyak aplikasi atau adware karena adanya virus atau malware di smartphone.

Namun, menurutnya, setelah tim Evercoss meneliti lebih jauh, bukan hanya malware yang menyebabkan hal tersebut muncul, tetapi juga karena ada oknum nakal yang bekerjasama dan mendapatkan bayaran per install dari salah satu publisher aplikasi.

"Modusnya oknum tersebut meng-install beberapa aplikasi tanpa sepengetahuan konsumen dan sebelum smartphone baru terjual di tangan konsumen. Hal ini dibuktikan dengan temuan beberapa smartphone Evercoss yang sudah ter-install beberapa aplikasi tidak resmi di sejumlah pasar pusat smartphone," katanya.

Dia memprediksi hal tersebut tidak hanya terjadi di ponsel Evercoss, tetapi juga beberapa brand lain. Menurutnya, tindakan oknum nakal tersebut telah merugikan konsumen dan prinsipal, dari sisi konsumen akan rugi karena akan menyedot baterai dan data. Pihak prinsipal juga dirugikan karena konsumen akan beranggapan bahwa Evercoss banyak virus atau malware

"Karena itu, kami selalu meng-edukasi konsumen melalui sosial media Evercoss untuk lebih peka terhadap aplikasi yang pertama kali muncul pada saat membeli smartphone," ujarnya.

Solusi untuk mengatasi hal tersebut di antaranya adalah dengan melakukan factory reset atau mode pada ponsel baru pengguna. Setelah melakukan factory reset, akan muncul aplikasi yang memang bawaan dari smartphone.

"Kami akan melakukan investigasi secara menyeluruh terhadap oknum tidak bertanggung jawab yang dicurigai mempunyai kepentingan lain. Evercoss akan menindak tegas terhadap oknum yang kedapatan melakukan kecurangan," ujarnya.

Tag : smartphone, malware
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top
Tutup