Review: Daya Tarik Variasi Lensa Nikon Z7 dan Nikon Z6

Fitur full-frame ini yang membuat Nikon Z7 pas bagi fotografer profesional dan pehobi foto serius
Dhiany Nadya Utami | 18 November 2018 15:16 WIB
Kamera mirrorless full frame Nikon Z6 yang dipamerkan dalam peluncurannya di Jakarta, Rabu (24/10/2018). - Bisnis/Dhiany Nadya Utami

Bisnis.com, JAKARTA — Nikon Z7 dan Nikon Z6 menjadi generasi pertama kamera Nikon di sektor mirrorless full-frame. Keduanya hadir dengan sejumlah fitur mutakhir seperti fitur full-frame dengan pencahayaan sisi belakang, teknologi sensor Nikon FX-format CMOS dengan fitur focal-plane phase-detection AF pixels tertanam, serta mesin permrosesan imaji mutakhir dari Nikon yakni Expeed 6.

Istilah full-frame mengacu kepada komponen sensor cahaya di kamera digital. Sebuah kamera digital full-frame dilengkapi oleh sensor gambar yang ukurannya nyaris serupa dengan film 35 mm.

Sensor gambar yang luas mampu menangkap lebih banyak cahaya dan lebih andal untuk merekam kedalaman (fitur yang memungkinkan efek bokeh terbaik).

Fitur full-frame ini yang membuat Nikon Z7 pas bagi fotografer profesional dan pehobi foto serius. Kamera satu ini hadir dengan kualitas 45,7 megapiksel efektif, serta mendukung rentang sensitivitas standar ISO 64–25600 yang ketika direduksi bisa mencapai setara ISO 32 dan ekspansi setara ISO 102400.

Konfigurasi ini memungkinkan pengguna mengambil foto dalam berbagai kondisi termasuk dalam keadaan amat minim cahaya.

Sementara itu, Nikon Z6 yang merupakan kamera all-purpose FX-format yang ditujukan bagi penggemar fotografi atau photo-enthusiast, terutama mereka yang baru mulai mencoba beralih ke mirrorless.

Nikon Z6 hadir dengan kualitas piksel efektif sebesar 24,5 megapiksel, serta mendukung rentang sensitivitas standar yang luas dengan ISO 100–51200 dengan reduksi tambahan bisa mencapai nilai setara ISO 50 dan ekspansi setara ISO 204800.

 Nikon Z7 memiliki 493 titik-titik fokus, sedangkan untuk Nikon Z6 terdapat 273 titik sehingga keduanya memiliki cakupan area imaji menjadi lebih luas, yakni mencapai 90% dari keseluruhan area bidikan, baik secara horizontal maupun vertikal, dibandingkan dengan kamera lain di kelasnya.

Sistem AF hibrida ini menggunakan algoritma yang telah dioptimalkan sedemikian rupa untuk teknologi sensor FX-format sehingga mendukung dilakukannya proses pergantian fitur secara sempurna, dari fitur focal-plane phase-detection AF ke fitur contrast-detect AF with focusing.

Nikon mengklaim penggunaan kamera mutakhir tersebut yang dipadukan dengan penggunaan lensa Nikkor Z akan mengoptimalkan tingkat akurasi AF, baik saat digunakan untuk pengambilan gambar diam maupun video.

Nikon Z 7 dan Nikon Z 6 keduanya dilengkapi dengan mesin pemrosesan gambar mutakhir, yakni Expeed 6. Pemakaian lensa mount Nikkon Z dan Nikkor F yang memiliki kapabilitas resolving power yang luar biasa, hasil render subjek foto menjadi jauh lebih tajam dari sebelumnya.

Nikon Z6

Nikon juga menyematkan opsi mid-range sharpening pada parameter ketajaman Picture Control pada kamera. Opsi tersebut, mendukung pengguna untuk menyesuaikan tekstur pada layar menjadi lebih tajam ataupun lebih lembut, baik untuk pengambilan gambar diam maupun video.

Kedua kamera tersebut juga menawarkan 20 opsi Creative Picture Control yang mendukung beragam kegiatan fotografi kreatif. Level efek juga dapat diubah-ubah, dari 0 hingga ke angka 100.

 Perekaman video

Duo ini mendukung proses perekaman film beresolusi tinggi termasuk menghasilkan video full-frame berkualitas 4K UHD (3840 × 2160)/30p menggunakan format video berbasis FX dan film dengan kualitas full-HD/120p.

Nikon Z7 dan Nikon Z6 memiliki fitur-fitur yang memungkinkannya menghasilkan video super tajam seperti fitur Active D-Lighting, electronic vibration reduction, dan focus peaking yang dapat digunakan saat pengambilan video berkualitas 4K UHD dan Full-HD.

Nikon Z7

Fitur N-Log asli bawaan Nikon juga dapat digunakan untuk output 10-bit. Tidak mendukung perekaman terus-menerus untuk menghasilkan video dengan kualitas 4K UHD dengan output 10-bit ke kartu memori HDMI.

Kedua kamera menggunakan color depth dan twelve-stop, dengan dynamic range mencapai 1.300% untuk merekam informasi kaya tonalitas dari warna highlights dan shadows untuk menghasilkan pemilahan warna yang kian efektif.

 Adaptasi Lensa

Untuk menarik hati para pengguna Nikon sebelumnya, terutama seri DSLR, Nikon menghadirkan mount atau dudukan kamera yang berdiameter lebih besar, sejumlah lensa, serta aksesori yang kompatibel dengan lensa-lensa Nikkor terdahulu.

Nikon menyebut ukuran mount yang lebih lebar ini membuat seri Z bisa dipasangkan dengan ragam lensa yang lebih luas, guna memaksimalkan kapabilitas dan performa optik yang disandang.

Z Mount System menawarkan lensa berperforma tinggi, termasuk beberapa di antaranya adalah lensa-lensa interchangeable dari seri kamera Nikon SLR dan jajaran kamera kelas tinggi yang dilengkapi dengan lensa-lensa interchangable.

Nikon sekaligus memperkenalkan mount adapter baru yang kompatibel dengan lensa Nikkor F Mount sehingga memberikan pilihan yang lebih luas bagi para penggemarnya.

Nikon juga merilis 3 lensa spesifik untuk menemani kamera mirrorless seri Z ini yakni lensa Nikkor Z 24-70mm f/4 S, Nikkor Z 35mm f/1.8 S, dan Nikkor Z 50mm f/1.8. Adapun, hingga 2021 mendatang, Nikon setidaknya akan meluncurkan 9 lensa lainnya untuk melengkapi seri Nikkor Z khusus mirrorless ini.

Alternatif Profesional

Kehadiran Nikon menggenapi para pemain yang lebih dulu masuk ke pasar mirrorless full frame sekaligus membawa angin segar bagi para pecinta fotografi karena memberikan alternatif lain sebagai pilihan kamera mereka.

Untuk harga, Nikon Z7 dibanderol mulai dari Rp56.499.000 untuk paket bodi kamera dan adapter FTZ, sedangkan Nikon Z6 dihargai mulai Rp35.499.000 untuk paket standar bodi plus adapter FTZ. Tersedia pula paket plus lensa dan adapter dengan harga berbeda.

Bagi yang tertarik, ada satu hal tambahan yang harus dipertimbangkan yaitu keputusan Nikon untuk menyediakan satu slot kartu memori jenis XQD.

 Tidak seperti kartu SD yang sekarang mudah ditemukan, mencari kartu XQD keluaran Sony lumayan jarang. Bagi fotografer yang tiba-tiba kehabisan kapasitas penyimpanan dan berada di luar kota-kota besar, ini sangat menyulitkan.

Tag : kamera
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top