Tatsumi Kimishima, Mantan Pegawai Bank yang Sukses Jadi CEO Nintendo

Belum lama ini, Nintendo melaporkan laba operasional senilai 116,5 miliar yen pada kuartal III/2017. Angka itu setara dengan Rp14,9 triliun, sekaligus menjadi laba operasional kuartal III/2017 terbesar perseroan dalam 8 tahun terakhir.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 23 Februari 2018 16:51 WIB
Presiden dan CEO Nintendo Co. Tatsumi Kimishima berbicara dalam sebuah konferensi pers di Tokyo, Kamis (1/2). - Reuters/Kim Kyung Hoon

Bisnis.com, JAKARTA -- Belum lama ini, Nintendo melaporkan laba operasional senilai 116,5 miliar yen pada kuartal III/2017. Angka itu setara dengan Rp14,9 triliun, sekaligus menjadi laba operasional kuartal III/2017 terbesar perseroan dalam 8 tahun terakhir.

Pertumbuhan itu didukung oleh penjualan Nintendo Switch, yang dirilis pada awal 2017. Kesuksesan Switch tidak lepas dari peran CEO Nintendo Tatsumi Kimishima.

Lahir di Tokyo, 21 April 1950, tak banyak informasi yang bisa didapatkan tentang kehidupan pribadi laki-laki lulusan Universitas Hitotsubashi, Jepang ini. Dari sedikit informasi tersebut, Kimishima diketahui telah berkeluarga dan merupakan ayah dari dua orang anak.

Salah satu anaknya tinggal di New York, AS dan yang lainnya tinggal di Jepang. Selain tentang pekerjaannya, Kimishima terkenal sangat tertutup tentang kehidupan keluarganya.

Sebelum sukses menjadi CEO Nintendo, pekerjaan Kimishima awalnya tidak bersinggungan dengan dunia game. Dia pernah bekerja selama 27 tahun di Sanwa Bank, salah satu bank terbesar di Jepang yang sudah mempunyai banyak cabang di luar negeri. 

Ketika ditempatkan di Sanwa Bank cabang AS, Kimishima menjabat sebagai kepala divisi hubungan masyarakat (humas) yang berurusan dengan perencanaan perusahaan, pengembangan bisnis internasional, komunikasi korporat, dan promosi.

Dia dikenal berdedikasi tinggi, cerdas, dan mudah beradaptasi. Pada usia 38 tahun, Kimishima didapuk sebagai presiden serikat pekerja di bank yang kemudian berubah nama menjadi UFJ Bank Ltd. itu.

Di serikat pekerja, dia harus mengambil keputusan atas lebih dari 10.000 orang anggota. Kemudian, mencari cara untuk mendorong gagasan tersebut melalui komite eksekutif yang di dalamnya beranggotakan 12 orang penentu kebijakan.

Pada awal 2000, bos Nintendo Hiroshi Yamauchi melihat potensi di diri Kimishima dan menariknya bergabung dengan perusahaan itu. Saat itu, Nintendo tengah mengembangkan Pokemon yang popularitasnya sedang meningkat di AS setelah diluncurkan di Jepang beberapa tahun sebelumnya.

Yamauchi yang sangat antusias untuk memperluas jangkauan perusahaannya ke seluruh dunia lantas berniat mendirikan anak perusahaan di belahan bumi bagian barat. Inilah salah satu alasan yang mendasari berdirinya The Pokemon Company, anak usaha Nintendo yang bertanggung jawab dalam hal pemasaran dan lisensi waralaba Pokemon.

Yamauchi lantas menunjuk seorang utusan yang cerdas dalam berbisnis dari luar industri game, yakni Kimishima. Dalam wawancara dengan majalah Time, Kimishima bercerita bahwa dalam pertemuan pertamanya dengan Yamauchi, dia mengakui satu-satunya yang dia ketahui tentang Pokemon adalah karakter Pikachu.

Ternyata, Yamauchi pun menyatakan dia tidak terlalu banyak mengetahui karakter yang ada di Pokemon. Namun, Kimishima merasa saat itu Yamauchi tidak sepenuhnya berkata jujur.

Saat pertemuan itu akan berakhir, Yamauchi berkata pada Kimishima untuk bergabung dengan Nintendo satu bulan kemudian dan itu membuatnya kaget. Dari cerita itu, kita tahu bahwa ciri khas Kimishima dalam mengambil keputusan yang cepat tapi tetap memiliki pandangan yang jauh ke depan dalam memimpin Nintendo lahir dari keputusan mendadaknya untuk langsung bergabung dengan perusahaan itu.

Posisi awal Kimishima di The Pokemon Company adalah sebagai Chief Financial Officer (CFO). Selama bekerja di sana, perusahaan itu melakukan perubahan yang signifikan yakni terjun ke pasar game.

Hanya setahun di perusahaan ini, Kimishima ditunjuk menjadi Presiden Nintendo of America sekaligus bergabung dengan dewan direksi perusahaan. Empat tahun setelah promosi tersebut, dia dipromosikan kembali ke posisi CEO dan Chairman of the Board Nintendo of America.

Pada April 2013, Kimishima dipromosikan menjadi Managing Director Nintendo Co., Ltd. Lalu, pada 16 September 2015 diangkat sebagai CEO Nintendo menggantikan Satoru Iwata, yang meninggal karena tumor saluran empedu pada Juli 2015.

Tugas berat pun menunggu Kimishima karena Nintendo sedikit goyang sepeninggal Iwata, yang dikenal akan kejeniusannya dalam membuat game. Hasil kreativitas Iwata terefleksikan pada inovasi dual-screen Nintendo dan perangkat Wii, yang berbasis motion-controlled.

Latar belakang Kimishima yang jago dalam bidang humas sempat diragukan para pemegang saham perusahaan. Namun, keraguan itu dinilai tak beralasan oleh Reggie Fils-Aimen, yang menggantikannya sebagai Presiden Nintendo of America pada 2006.

Menurutnya, kinerja Kimishima dalam pengembangan game konsol di Nintendo terlihat pada 2006-2007. Ketika itu, peluncuran Nintendo Wii menjadi isu besar di AS karena dinilai tidak dapat mengungguli Nintendo DS yang lebih dulu diluncurkan.

Namun, otak cemerlang Kimishima mampu menyelesaikan permasalahan tersebut. Kimishima bergerak untuk memperbaiki strategi pemasaran Nintendo Wii dan perangkat itu pun akhirnya bisa mengantongi keuntungan sebesar US$15 miliar pada 2009.

Saat naik menjadi CEO Nintendo, Kimishima memiliki pola dan kesan kepemimpinan yang berbeda dengan Iwata. Jika Iwata terkesan ramah, maka Kimishima justru terlihat lebih diam dan misterius. Inilah yang membuat ide-idenya sulit untuk ditebak.

Di bawah kepemimpinannya, saham Nintendo terus bergerak naik. Ditambah dengan kesuksesan Nintendo Switch pada 2017, kelihaian laki-laki yang menyukai kegiatan alam ini semakin pantas untuk diperhitungkan.

Dilansir Business Insider, Kimishima menyasar penjualan 14 juta konsol Switch per Maret 2018 dan menargetkan 20 juta konsol lainnya selama tahun fiskal berikutnya.

Nintendo Labo, kreasi lanjutan dari Switch yang diumumkan pada awal tahun dan direncanakan dirilis pada April 2018, diproyeksi bakal kembali mengerek kinerja perusahaan itu.

Meski tidak memiliki latar belakang maupun pengetahuan tentang dunia game, tapi Kimishima bisa membuktikan dirinya mampu memimpin Nintendo. Menarik melihat kreasi baru selanjutnya yang bakal dikeluarkan Nintendo di bawah kepemimpinannya.

Tag : nintendo
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top