Huawei Hadirkan Sistem Operasi EMUI 5.1

Huawei meluncurkan sistem operasi terbaru berbasis Android Nougat, EMUI 5.1.
Agne Yasa | 28 Mei 2017 19:30 WIB
Huawei - Reuters/Carlos Barria

Bisnis.com, JAKARTA -- Huawei meluncurkan sistem operasi terbaru berbasis Android Nougat, EMUI 5.1.

Sederet smartphone Huawei dijalankan dengan chipset dan sistem operasi Android EMUI buatan sendiri ini.

Huawei membentuk sebuah tim yang terdiri dari 3.000 teknisi yang secara komprehensif memaksimalkan kinerja Android 7.0 milik Google untuk mengembangkan EMUI 5.1

Sistem operasi merupakan fondasi dasar sebuah smartphone yang menghubungkan aspek perangkat lunak dan keras. Sistem operasi EMUI (Emotion User Interface Operating System) dari Huawei ini disebut sebagai teknologi dibalik pengalaman mulus dalam menggunakan smartphone Huawei.

Sejak pertama kali diperkenalkan oleh Google pada 2007, Android langsung mencuri perhatian pengguna dan menjadi sistem operasi dengan penjualan tertinggi di dunia sejak tahun 2013.

Berdasarkan laporan Gartner1, pada awal tahun 2017, Android telah memimpin pasar sistem operasi dengan pangsa pasar sebesar 81,7%. Di Indonesia, popularitas Android memiliki angka serupa dengan pasar global.

Angka ini tidak berbeda jauh dengan laporan milik Statista2, yang menyatakan bahwa Android menguasai pangsa pasar sistem operasi di Indonesia sebesar 79,98% per April 2017. Angka ini turut mempertegas popularitas sistem operasi Android di Indonesia.

Sistem operasi EMUI 5.1 memperkenalkan teknologi Machine Learning dan meningkatkan performa chipset Kirin 960 untuk sepenuhnya memaksimalkan potensi perangkat lunak dan keras dari Huawei.

Kombinasi dari teknologi Machine Learning dan chipset terbaru dari Huawei ini diklaim berhasil menawarkan performa yang mulus untuk jangka panjang.

Pada sistem operasi terbaru ini, Huawei menjabarkan tiga rahasia teknologi dibalik EMUI 5.1 yang memastikan pengalaman terbaik untuk para penggunanya. Tiga rahasia teknologi tersebut adalah Machine Learning, pengelolaan memori yang lebih cerdas, dan optimalisasi performa grafis.

Huawei EMUI memperkenalkan Artificial Intelligence untuk mencapai persepsi perangkat yang cerdas melalui Machine Learning. Lewat mempelajari tingkah laku dan kebiasaan pengguna, EMUI dapat meramalkan kebiasaan dan penggunaan dari perangkat dan mengalokasikan sumber daya perangkat dengan lebih efisien.

Memahami kebutuhan sumber daya perangkat untuk aplikasi-aplikasi yang berjalan, EMUI yang dikombinasikan dengan chipset Kirin mampu mengalokasikan sumber daya CPU, GPU, memori, dan sumber daya lainnya dengan tepat agar sumber daya perangkat betul-betul dialokasikan berdasarkan prioritas dan untuk menjamin performa terbaik.

Salah satu jajaran smartphone terbaru Huawei, Huawei Mate 9 diklaim mampu memprediksi 85% dari tingkah laku dan kebiasaan pengguna dan mempercepat waktu boot time, atau proses yang diperlukan perangkat untuk aktif dari kondisi mati, hingga 20%.

Pemulihan Memori

Melalui pemanfaatan sistem Machine Learning, EMUI 5.1 mengimplementasikan teknologi Huawei Ultra Memory untuk menawarkan pemulihan memori perangkat yang lebih efisien dan stabil, kompresi memori yang lebih tinggi, dan proses defragmentasi memori yang lebih cerdas.

EMUI 5.1 men-defrag memori secara aktif, untuk meningkatkan efisiensi alokasi memori sampai dengan 30%, sembari memungkinkan berbagai proses-proses dalam perangkat untuk dilakukan secara bersamaan. EMUI 5.1 juga menggunakan algoritma rasio kompresi tinggi dengan meningkatkan rasio kompresi memori hingga paling tidak mencapai 50%.

EMUI 5.1 mengadopsi teknologi Huawei Ultra Memory untuk membuat proses pemulihan memori dilakukan dengan lebih cepat, efektif, dan stabil, dengan waktu kurang dari 1 detik dibandingkan sebelumnya yang mencapai 12 detik.

Selain itu, kebiasaan mengambil foto dan bermain game menjadi sesuatu yang rutin bagi banyak orang dalam kehidupan sehari-hari. Pengambilan dan pemrosesan foto ini melibatkan banyak proses rumit di belakang, yang menuntut sumber daya tinggi.

EMUI 5.1 yang dilengkapi dengan chipset Kirin 960 telah diintegrasikan dengan teknologi pemrosesan grafis dari Vulkan dan unggul dalam mendukung generasi baru dari Vulkan standard graphic interface berbasis Android 7.0. ini berguna untuk menghilangkan batasan CPU di dalam GPU dan meningkatkan kinerja GPU hingga 180% dan efisiensi tenaga hingga 40%.

Adapun sebagai tambahan, EMUI 5.1 juga menerapkan teknologi Huawei Ultra Response untuk memaksimalkan driver sentuhan layar dari kernel, yang menghasilkan tingkat respon layar sentuh yang lebih cepat. Smartphone terbaru Huawei misalnya, Huawei P10 telah dilengkapi dengan EMUI 5.1 dan menunjukkan laju respon layar sentuh secepat 85 mili detik.

Melalui pemanfaatan beragam teknologi, proses defragmentasi, dan pemulihan ruang memori serta optimalisasi Machine Learning, grafis, dan layar sentuh untuk respon yang lebih cepat, EMUI 5.1 telah menjadi senjata Huawei untuk memberikan pengalaman terbaik bagi para pengguna jajaran smartphone miliknya.

EMUI 5.1 terbaru saat ini sudah tersedia untuk pengguna Huawei P9 dan P9 Lite di Indonesia. Sistem operasi terbaru ini telah dihadirkan melalui metode over-the-air untuk pengguna P9 dan P9 Lite di Indonesia secara bertahap sejak April 2017.

Tag : smartphone
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top