Consumer Electronic Show (CES) 2015: Simak, Ini Tren Wearable & Ponsel

Consumer Electronic Show (CES) yang diadakan setiap tahun di Las Vegas, Amerika Serikat, selalu menjadi kesempatan bagi para produsen perangkat elektronik untuk memamerkan produk terbarunya. Kita bisa meninjau tren terbaru dari pameran ini.
Gombang Nan Cengka | 10 Januari 2015 13:30 WIB
LG G Flex 2 memiliki layar 5,5 inci. - gfktechtalk.com

Bisnis.com, JAKARTA - Consumer Electronic Show (CES) yang diadakan setiap tahun di Las Vegas, Amerika Serikat, selalu menjadi kesempatan bagi para produsen perangkat elektronik untuk memamerkan produk terbarunya. Kita bisa meninjau tren terbaru dari pameran ini.

Wearable dan ponsel pintar masih menjadi dua kategori terhangat peranti elektronik yang dipamerkan di CES 2015. Mari kita pusatkan perhatian pada dua kategori ini.

WEARABLE

Peranti cerdas yang dapat dikenakan (wearable, atau bisa juga disebut sandangan) dipandang sebagai peluang bagi banyak pembuat peranti elektronik.

Tidak mengherankan, pada CES 2015 ini kita dapat menemukan berbagai model wearable, mulai dari yang mainstream seperti arloji pintar (smartwatch) sampai yang lebih ‘eksotik’ seperti kaus kaki pintar.

Salah satu yang menarik adalah arloji cerdas dari Garmin. Perusahaan ini sebelumnya lebih dikenal sebagai produsen produk berbasis GPS. Pada CES 2015 ini, Garmin muncul dengan serangkaian arloji pintar yang dilengkapi dengan teknologi penentu lokasi tersebut: Vivoactive, Fenix 3, dan Epix.

Ketiganya memiliki fungsi dasar yang dimiliki oleh kebanyakan arloji cerdas saat ini, seperti notifikasi surat elektronik, SMS, media sosial, telepon, dan kalender.

Model-model arloji cerdas ini juga dapat menggunakan GPS untuk melacak kecepatan dan jarak tempuh dalam berolahraga, seperti lari dan bersepeda. Karena arloji cerdas ini tahan air, Anda mungkin ingin pula menggunakannya untuk berenang jarak jauh.

Tren arloji cerdas rupanya mendorong pembuat arloji tradisional seperti Guess ikut menciptakannya. Guess Connect, yang diumumkan di Las Vegas, adalah arloji cerdas yang dibuat melalui kerja sama dengan Martian Watches.

Guess masih lebih mementingkan penampilan klasik, dan menggunakan tampilan arloji mekanis (bukan layar LCD). Interaksi dilakukan lewat perintah suara dan ketukan di kaca arloji. Guess Connect dapat terhubung dengan ponsel pintar dengan bantuan aplikasi iOS atau Android.

Kaca mata cerdas seperti Google Glass sempat diharapkan akan menjadi tren  wearable. Namun, sampai saat ini, Google Glass masih belum juga dijual bebas.

Salah satu penghalang Google Glass adalah bentuknya yang cenderung tidak biasa. Berbeda dengan JINS Meme, kaca mata cerdas dari Jepang, yang terlihat seperti kaca mata biasa. Tidak seperti Google Glass, kaca mata ini tidak dilengkapi dengan kamera, dan karena itu bisa terhindar dari masalah privasi yang membebani Google Glass.

Sebagai gantinya, kaca mata ini dilengkapi dengan sensor elektrookulgrafi (EOG) yang memantau sinyal elektromagnetik dari mata, giroskop, dan akselerometer untuk memantau gerakan.

Semua sensor ini memungkinkan JINS Meme menentukan arah mata kita melihat, kedipan, dan tingkat kebugaran. Semua kemampuan ini memang sangat berbeda dengan yang dimiliki Google Glass. Namun, apakah pendekatan dari JINS ini akan lebih diterima dibandingkan Google? Kita lihat saja.

PONSEL

Untuk ponsel, CES biasanya bersaing dengan Mobile World Congress (MWC) yang biasa diadakan di Barcelona pada Februari. Namun, kita masih bisa menemukan beberapa model baru yang diperkenalkan di Las Vegas.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah Asus, yang memanfaatkan CES untuk memperkenalkan ponsel terbarunya,Zenfone 2. Meskipun Asus cukup terkenal sebagai produsen komputer dan tablet, produk ponsel pintar perusahaan Taiwan ini masih kurang diminati dibandingkan dengan para pesaingnya. Namun, melalui Zenfone 2, Asus berharap dapat menarik lebih banyak lagi pengguna ponsel.

Asus memilih chip Intel  Atom Z3580 2,3 GHz (quad-core) sebagai otak Zenfone 2. Chip 64 bit ini didukung oleh RAM 4 GB, lebih lapang dibandingkan dengan kebanyakan ponsel kompetitornya yang memiliki RAM maksimum hanya 3 GB. Ini tampaknya akan membuat Asus Zenfone 2 cukup tangguh dalam  multitasking. Asus Zenfone 2 memiliki layar 5,5 inci dengan resolusi 1080p (1920x1080 piksel), dan kamera utama 13 megapiksel.

Ponsel lain yang juga patut diperhatikan adalah LG G Flex 2. Paling tidak, untuk desainnya yang tidak biasa. Ponsel ini merupakan kelanjutan LG G Flex, yang sebelumnya dikenal karena desain bodi melengkung. Selain mempertahankan desain bodi yang tidak biasa ini, LG juga masih mempromosikan sifat ‘self-healing’ (dapat pulih sendiri) permukaan bagian belakang ponsel ini.  Hal itu berarti bila ponsel ini tergores, bekasnya akan hilang sendiri. Dengan demikian, ponsel tersebut tidak memerlukan casing sebagai pelindung dari goresan.

LG G Flex 2 memiliki layar 5,5 inci, dengan resolusi layar 1080p (1920x1080 piksel). Layar ini tidak hanya dilindungi oleh gelas dari Corning (Gorilla Glass 3), LG juga sudah menambahkan teknologinya kaca perlindungannya sendiri.

LG G Flex 2 memiliki chip Qualcomm Snapdragon 810 (dengan prosesor berinti delapan), RAM 2 atau 3 GB, dan storage 16 atau 32 GB. Dari segi kinerja, LG memang memasang ponsel ini sebagai ponsel unggulan, sehingga tidak akan kalah dengan dari ponsel kompetitor.

Sumber : Bisnis Indonesia, Sabtu (10/1/2015)

Tag : ponsel
Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top